Wajib Militer dan Tantangan Ketahanan Nasional
Hal ini bisa menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama tim, dan patriotisme kepada warga negara. Melalui pelatihan fisik dan mental yang intensif, warga negara akan diajarkan untuk mengutamakan kepentingan Bersama di atas kepentingan pribadi. Nilai-nilai ini diharpkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-haro, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih Tangguh dan bertanggung jawab.
3. Memperkuat persatuan dan kesatuan
Dalam hal ini wajib militer juga bisa menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Program ini mengharuskan individu dari berbagai latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi untuk bekerja sama dalam lingkungan yang sama. Hal ini dapat mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan solidaritas di antara warga negara.
Tulisan ini di latar belakangi ialah adanya ancaman yang disebabkan dengan kemunculan ancaman separatisme di wilayah Indonesia. Dibuktikan dengan data Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat sebanyak 113 peristiwa terkait dengan HAM, dengan 85 kasus berdimensi konflik bersenjata pada tahun 2024.
Dan menurut laporan Manajer Program Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia “menyatakan ketidakefektifan operasi keamanan yang dilakukan TNI hingga kini”. Ironisnya Minimum Essential Force TNI masih jauh dari rencana dan hal ini dibuktikan dengan data dari kementerian pertahanan menyatakan Minimum Essential Force TNI pada tahun 2024 hanya 65,49% dari 80%.
Sehingga Wajib militer merupakan respon nyata atas ancaman terhadap bangsa yang sejalan dengan tujuan pemerintah dalam UU No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk meningkatkan pertahanan negar.
Mari kita berkaca kepada negara India sebagai salah satu negara yang mewajibkan militer. Berdasarkan data Global Firepower (GFP) yang dimana kekuatan militer India terkuat ke-4 di Dunia.
Adapun Merujuk laporan Global Firepower Index 2025, India unggul jauh dari Pakistan berdasarkan dari jumlah tentara dan kekuatan angkutan darat. Hal ini membuktikan bahwa keikutsertaan warga negara dalam wajib militer dapat meningkatkan pertahanan negara guna menjaga dan melindungi warga negara itu sendiri.
Berdasarkan fakta tersebutlah perlu adanya pengoptimalisasikan penerapan wajib militer untuk warga negara secara bertahap, bersyarat, dan dengan asas proporsionalitas.
