Mentilin: Satwa Vertebrata Mungil Bangka Belitung yang Terancam Punah
Mentilin: Satwa Vertebrata Mungil Bangka Belitung yang Terancam Punah
Oleh: Nurul Adelia – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
Bangka Belitung bukan hanya terkenal dengan keindahan pantainya, tapi juga kekayaan satwa vertebrata yang unik, salah satunya adalah mentilin atau Tarsius bancanus.
Mentilin adalah primata mungil bermata bulat besar yang telah ditetapkan sebagai fauna identitas Bangka Belitung berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri. Satwa ini merupakan endemik yang hanya bisa ditemukan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Bangka, Belitung, Kalimantan, dan sebagian Sumatera, serta beberapa negara tetangga seperti Malaysia Timur dan Brunei Darussalam.
Mentilin merupakan jenis hewan kecil dengan ukuran panjang sekitar 12 sampai 15 cm dan berat antara 117 hingga 128 gram, serta memiliki ekor yang lebih panjang dibandingkan dengan tubuhnya.
Bulunya coklat kemerahan hingga abu-abu kecoklatan, sangat cocok untuk berkamuflase di hutan tropis yang lebat. Di Bangka, masyarakat lokal menyebutnya mentilin, sedangkan di Belitung dikenal dengan nama pelile’an.
Uniknya, kaki belakang mentilin sangat panjang, hampir dua kali panjang tubuhnya, membantu mereka melompat dari pohon ke pohon di habitat aslinya.
Selain mentilin, Bangka Belitung juga dihuni oleh hewan vertebrata lainnya seperti kukang (Nycticebus bancanus), trenggiling (Manis javanica), kijang (Muntiacus muntjak), dan binturong (Arctictis binturong).
Namun, keberadaan mereka semakin langka akibat berkurangnya tutupan hutan dan sulitnya mendapatkan pakan alami. Mentilin, kukang, dan binturong berperan penting sebagai spesies kunci dalam ekosistem karena membantu penyebaran biji dan menjaga keseimbangan populasi serangga.
