Ketika Banjir Tak Lagi Sekadar Air: Pangkalpinang dan Perang Sunyi antara Manusia dan Alam
Ketika Banjir Tak Lagi Sekadar Air: Pangkalpinang dan Perang Sunyi antara Manusia dan Alam
Oleh: Restu Adjie Saputro — Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
Bulan April 2025 mungkin akan dikenang lama oleh warga Pangkalpinang. Hujan deras yang turun selama beberapa jam saja sudah cukup membuat tujuh kelurahan lumpuh.
Air merangkak naik ke dalam rumah, merendam jalanan, dan memaksa banyak warga untuk mengungsi. Tapi seperti biasa, perhatian kita terlalu cepat habis hanya pada urusan genangan dan kerugian material.
Kita sering lupa bahwa di balik air yang meluap, ada satu cerita yang terus berulang dan semakin mengkhawatirkan: makin kaburnya batas antara wilayah manusia dan dunia satwa liar.
Saat banjir melanda, bukan hanya manusia yang terdampak. Satwa liar pun kehilangan arah. Beberapa warga di Kelurahan Parit Lalang dan Semabung Lama melaporkan melihat buaya di selokan, ular besar muncul di pekarangan rumah, hingga kawanan monyet yang mulai turun ke permukiman.
Apa yang dulunya terdengar seperti cerita luar biasa kini menjadi fenomena yang kian sering terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa bencana seperti banjir bukan lagi hanya soal alam yang marah, tetapi juga soal kita yang terus mendesak alam hingga batasnya.
Pangkalpinang, sebagai ibu kota provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus berkembang. Pembangunan berjalan cepat. Tapi sayangnya, banyak yang tidak disertai perencanaan tata ruang yang memadai.
Lahan resapan air makin menyusut. Hutan-hutan kecil yang dulunya menjadi tempat tinggal satwa kini berubah menjadi kompleks perumahan atau bekas tambang timah yang dibiarkan terbengkalai. Semua ini menyebabkan tekanan yang luar biasa besar bagi ekosistem.
Banjir besar kemarin adalah peringatan. Sebagian besar titik genangan muncul di daerah rendah yang sebelumnya adalah rawa atau wilayah semialami.
Ketika hujan turun deras, air tak punya tempat lari. Sungai meluap. Dan bukan hanya manusia yang panik, satwa liar pun kebingungan mencari tempat aman.
Tak heran kalau buaya bisa tiba-tiba muncul di depan rumah. Mereka bukan menyerang. Mereka hanya mencari tempat bertahan.
