Pabrik Hilirisasi Timah di Batam Diresmikan, Omzetnya Rp1 Triliun per Tahun
Hasyim melanjutkan, peresmian ini adalah awal dari perjalanan panjang Arsari Tambang menuju industri pertambangan yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial. Dalam proses produksinya,
PT Solder Tin Andalan menggunakan bahan baku yang patuh pada prinsip-prinsip keberlanjutan.
Seluruh operasional pabrik menggunakan listrik dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) milik PLN yang telah disertifikasi Renewable Energy Certificate (REC), yang bebas emisi.
Bahkan hal kecil seperti desain gedung pun memperhatikan efisiensi energi, dengan banyaknya atap transparan memaksimalkan pencahayaan alami dan meminimalisir penggunaan lampu listrik.
PT Stania berdiri di atas lahan seluas 6.500 m² yang sudah melakukan groundbreaking pada 10 Mei 2024. Pabrik ini diperkirakan bisa memproduksi hingga 2.000 ton solder bar per tahun. Untuk jangka panjang, kapasitas produksi akan diperluas mencakup solder wire, powder, dan paste, dengan total volume hingga 16.000 ton per tahun.
Dalam kegiatan peresmian, juga dilakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) dengan PT Freeport Indonesia untuk pengadaan timbal dan perak, dua mineral penting yang esensial untuk produksi solder berkualitas tinggi yang digunakan dalam berbagai produk elektronik global.
Sumber: RRI.co.id/ Sarah Meilina
