20 Jam Hilang, Penambang Timah di Penganak Ditemukan Tewas

BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Sejak dinyatakan telah hilang pada Sabtu (12/7/2025) sekira pukul 15.00 Wib, korban diduga tertimpa tanah saat cari biji timah di Perairan Dusun Penganak, Desa Airgantang, Kecamatan Parittiga akhirnya ditemukan tim gabungan.

Korban berinisial AR atau akrab disapa Inyong itu ditemukan pada Minggu (13/7/2025) sekira pukul 11.20 Wib. Bujangan berusia 29 tahun asal Desa Cupat, Kecamatan Jebus itu ditemukan pada kedalaman 10 meter setelah sekitar 20 jam dinyatakan hilang.

“Korban ditemukan saat tim melakukan penyelaman di dekat lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 11.20 Wib. Setelah kita temukan dan evakuasi korban, korban dibawa menuju rumah duka,” ujar Kakansar Pangkalpinang I Made Oka Astawa.

Baca Juga  Gegara Monyet Lompat ke Perahu, Remaja 16 Tahun Nyebur lalu Hilang di Muara Sungai Kurau

Ia menjelaskan saat dikonfirmasi pada Minggu (13/7/2025) petang, setelah korban ditemukan Tim SAT Gabungan resmi dibubarkan. Dia mengapresiasi kepada segenap unsur SAR gabungan yang turut membantu dalam upaya mencari korban sejak tadi malam.

Sebelumnya dilansir, kasus kecelakaan tambang menyebabkan korban meninggal dunia kembali terjadi di Kabupaten Bangka Barat (Babar). Kali ini, kasus tersebut terjadi di antara perairan Penganak, Desa Airgantang, Parittiga dan Desa Kemuja, Jebus.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, insiden yang menewaskan korban yang akrab disapa Inyong (35) itu terjadi pada Sabtu (12/7/2025) kemarin. Dia sempat dinyatakan hilang sekira pukul 15.00 Wib usai warga Desa Cupat itu mencari biji timah dengan menyelam.

Baca Juga  Kawasan Perkebunan Kelapa Sawit PT GSBL Kembali Tewaskan Penambang Timah

Julri (48) warga setempat mengatakan bahwa korban hilang saat sedang mencari bijih timah ponton ilegal milik keluarganya di Perairan Penganak. Korban berstatus masih seorang bujang. Sementara itu, pemilik ponton ialah Yeri tak lain kakak dari korban.