Aku tidak menyesali apa yang telah engkau takdirkan atas diriku
Aku tidak pernah mengumpat, mencaci dan memaki diriku atas karunia yang telah engkau tetapkan kepadaku
Aku masih bisa menggunakan akal dan pikiranku untuk mendaki puncak harapan nan gemilang
Aku ikhlas menerima semua

Sebagai prasangka baik atas kekurangan yang ada
Ya Tuhanku, bersihkanlah jiwaku, jernihkanlah akalku
Ragaku memang disabil
Tetapi jiwa, pikiran dan hatiku bukanlah disabilitas

Berilah aku senyuman, berilah aku tekad, dan berilah aku kekuatan untuk sesuatu yang lebih berarti dalam membangun negeri
Wahai jiwa-jiwa yang terjaga, terbersitkah dalam relung hati mu, betapa di sekelilingmu masih banyak yang membutuhkan uluran tanganmu
Tua renta tanpa keluarga
Tua renta dan penuh derita

Baca Juga  Sosok Sederhana Isnaini

Muda ceria tapi tak punya biaya untuk bersekolah
Yatim piatu hidup terlunta-lunta
Berbagai tuna yang papah
Ulurkan tangan kalian untuk berada di atas
Sehingga harapan nan cerah tak berlari dari angan yang membekas
Semoga titik-titik cahaya kebahagiaan akan gemerlap menerangi gelapnya kemiskinan

Sinopsis Puisi 

Puisi dengan judul Aku dan Pikiranku menceritakan seorang yang menyandang disabilitas tetapi dia sendiri tidak mau dikatakan disabilitas. Dia enggan untuk dikasihani dan tidak mau hidup hanya semata – mata bersandar dengan orang lain. Dia merasa bersyukur masih bisa menjalani hidup dan kehidupan ini  dengan menggunakan akal dan pikirannya yang masih sehat.