Oleh: Pak Mo

Rabu, 12 Januari 2025 Penjabat Gubernur Bangka Belitung, Sugito melantik Penjabat Bupati Bangka yang baru, Isnaini di Pangkalpiang. Isnaini menggantikan M. Haris, AR, yang selama satu tahun 3 bulan mengnakhodai Kabupaten Bangka demi keberlangsungan jalannya roda pemerintahan Kabupaten Bangka setelah masa jabatan Bupati Bangka, Mulkan berakhir pada 27 September 2024.

Isnaini yang selama ini menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan Sekretariat Jenderal di Komisi Pemberantasan Korupsi harus merangkap jabatan untuk memimpim Kabupaten Bangka selanjutnya.

Sontak saja publik di Bangka khususnya dan Bangka Belitung secara umum kaget, karena salah seorang pejabat di Komisi Pemberantasan Korupsi harus mempimpin Kabupaten Bangka. Timbul banyak pertanyaan, ada apa ini? Berbagai pandangan liar bermunculan dengan berbagai penafsiran. Karena belum pernah terjadi pristiwa semacam ini sebelumnya. Ada apa dengan Kabupaten Bangka?

Baca Juga  Bantuan Sosial dan Budaya Malu

Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang memang harus dipimpin oleh seorang penjabat bupati pasca pelaksanaan Pemilukada 27 Nopember 2024 lalu yang dimenangkan oleh kotak kosong.

Keberadaan Isnaini sebagai Penjabat Bupati Bangka telah memberikan warna dan nuansa baru di langit Pemerintahan Kabupaten Bangka. Banyak hal yang harus diperbaiki dalam tata kelolah pemerintahan di daerah ini termasuk tata kelola keuangan.

Seiring dengan itu kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo yang mengharuskan seluruh jajaran pemerintahan mulai dari pusat, provinsi dan daerah untuk melakukan efisiensi anggaran.

Sementara itu Kabupaten Bangka harus menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah ulang yang menelan konsekuensi harus menyediakan anggaran lagi di tengah iklim keuangan yang tidak baik-baik saja.

Baca Juga  Pekan Pengenalan Pondok Pesantren dan MPLS bagi Siswa Baru

Tentunya anggaran yang harus disiapkan tidaklah sedikit, yaitu sebesar Rp32,5 miliar. Itu semua terkumpul dari APBD murni Kabupaten Bangka.

Di sisi lain pekerjaan besar dalam upaya penataan tenaga kontrak baik yang terdata dalam data base maupun yang tidak, telah menjadi buah simalakama.

Atas dasar pertimbangan kemanusiaan sebagai dasar untuk tidak memberhentikan sekian ribu tenaga kontrak yang telah melebihi kebutuhan juga menjadi beban keuangan daerah ini.

Adalah sosok seorang Isnaini, putra Betawi yang memiliki karakter yang kuat dan komitmen dalam tindakan telah membawa arus birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Bangka dalam sebuah kondisi yang seharusnya dilakukan.

Biaya perjalanan dinas bupati, biaya opersional rumah tangga direlakannya untuk dipangkas sampai dengan angka 60 persen. Singkat kata, apapun yang berkaitan dengan kepentingan seorang bupati rela untuk dipangkas.

Baca Juga  Transformasi Ekonomi dan Peran Perguruan Tinggi di Babel dalam Pendampingan Masyarakat Desa

Beberapa hal yang menjadi hak seorang bupati pun, ia rela untuk tidak menerimanya. Sungguh sosok yang patut dijadikan panutan.