Oleh: Pak Mo — Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangka

Perlindungan sosial merupakan program strategis nasional sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan dan upaya pengentasan kemiskinan, selain bidang pendidikan dan kesehatan.

Jenis – jenis bantuan sosial yang sampai saat ini masih disalurkan oleh pemerintah antara lain seperti: Bantuan Pangan, Bantuan Pangan Non Tunai, Program Keluarga Harapan, Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kartu Indonesia Sehat untuk penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Selain itu ada juga jenis bantuan yang sifatnya pemberdayaan seperti bantuan Pahlawan Ekonomi Nasional (PENA). Yang diberikan berupa bantuan permodalan untuk usaha keluarga yang kurang mampu. Semua bantuan ini disalurkan langsung dari pemerintah pusat.

Bak saling melengkapi dan saling mendukung, pemerintah daerah pun seperti di Kabupaten Bangka, juga menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat.

Baca Juga  Antara Loyalitas dan Integritas

Di samping itu pula diberikan bantuan berupa peralatan dan bahan bagi masyarakat yang memiliki potensi berusaha untuk mengembangkan pendapatan keluarga atau Usaha Ekonomi Produktif yang diprioritaskan bagi keluarga yang telah digraduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Bantuan sosial kesehatan bagi yang kurang mampu, miskin dan rentan juga di sasar dari pemerintah daerah termasuk untuk BPJS Ketenaga kerjaan bagi pekerja sektor non formal atau pekerja rentan.

Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu yang meninggal dunia ada pula santunan kematian dan bantuan untuk pendampingan berobat bagi masyarakat yang dirujuk berobat di rumah sakit di luar Kabupaten Bangka.

Bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah bukan berarti mencukupi bagi kebutuhan hidup keluarga penerima manfaat, tetapi paling tidak dapat membantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan sebagai  pemacu semangat untuk dapat hidup secara mandiri dengan memanfaatkan segenap potensi yang ada pada keluarga tersebut.

Baca Juga  Membangun Ekonomi Kepulauan melalui Keberadaan Museum Sejarah dan Budaya Melayu Bangka Belitung

Seperti Program Keluarga Harapan (PKH), program ini bila telah memasuki durasi waktu 5 tahun maka sudah sepantasnya harus digraduasi dan diasumsikan sudah dapat hidup secara mandiri.

Namun dari semua program dan bantuan yang disalurkan apakah sudah menyasar kelayakan bagi masyarakat yang menerima bantuan tersebut? Hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan dengan salah satu faktor penting yang perlu ditelisik lebih jauh dan lebih berani.

Uangkapan atau pernyataan bahwa bantuan sosial yang sudah tepat sasaran dan layak, apakah sudah betul – betul tepat sesuai dengan data yang ada dalam bank data kemiskinan.

Tidak sedikit program kegiatan yang tidak mendapatkan out come yang diharapkan disebabkan carut marutnya data yang ada. Bisa saja data tersebut tersedia tetapi data – data tersebut disajikan tetapi tidak pernah dimutahirkan sehingga kondisi sesungguhnya sudah berubah atau tidak up to date lagi.

Baca Juga  Kejari Bateng Lelang Barang Rampasan, Ada Timah 966 Kg hingga 17 Mesin Tambang

Budaya Malu

Budaya merupakan hasil dari cipta, rasa dan karsa manusia. Tentunya yang paling mendasar adalah implementasi dari akal manusia yang cenderung akan melahirkan pemikiran yang positif dan berakhlak yang baik.