Kepsek Klarifikasi Kasus Dugaan Bullying: Tidak Ada Kekerasan Fisik hanya Mengolok-olok Saja
Kepsek Klarifikasi Kasus Dugaan Bullying: Tidak Ada Kekerasan Fisik hanya Mengolok-olok Saja
BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan menggelar konferensi pers kasus dugaan bullying di salah satu SD di Kecamatan Toboali, Senin (28/7/2025).
Dalam konferensi pers ini menghadirkan langsung kepala sekolah, Cholid serta guru kelas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Basel, Anshori menjelaskan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan turut berduka atas meninggalnya ZH (10) pelajar kelas 5 SD di Toboali.
Didampingi kepala sekolah dan guru kelas, Anshori mengatakan tidak membiarkan dugaan bullying tersebut.
Bahkan, kepala sekolah langsung menindaklanjuti memanggil 6 siswa dan orang tua yang diduga membuli terhadap korban.
“Orang tua korban melapor pada Kamis 17 Juli. Kejadiannya pada Senin 14 Juli. Laporan itu langsung kita tindaklanjuti 18 Juli menyurati orang tua siswa untuk hadir pada Senin 21 Juli,” jelas kepala sekolah di Aula Dindikbud Basel.
“Kita lakukan interogasi selama 2 hari pada 21-22 Juli. Enam siswa yang dilaporkan korban, mengaku tidak ada melakukan kekerasan fisik, tetapi mereka mengaku mengolok-olok korban dan menyebut nama orangtuanya,” kata Cholid.
Selain itu, satu di antara siswa mengaku sempat mengangkat panci ke arah telinga sambil mengolok ZH.
