Buku ‘Pembulak’: Kritik Sosial-Politik dalam Kemasan Sastra
Keunikan lainnya yakni personifikasi kata, penggunaan kata sifat sebagai nama tokoh, seperti Matketol yang pelit, Mang Liluk yang omongannya ngalor-ngidul, Pak Carmuk yang suka cari muka, dan lain-lain.
Selain memperkuat latar suasana Toboali dalam cerita, cara penamaan yang khas ini mengingatkan saya pada tokoh Sukab Seno Gumira Ajidarma dan Markesot Emha Ainun Najib.
Dari segi fisik, saya rasa buku ini sudah bagus. Desain cover berwarna gelap menguatkan nuansa kelam ‘pembulak’. Ukuran dan jenis font yang digunakan tidak terlalu kecil maupun besar, sehingga enak dibaca.
Jenis kertasnya juga ringan, dengan lem yang kuat sehingga tidak mudah lepas. Ukuran buku 13×19 cm pun pas di tangan dan mudah dibawa ke mana-mana.
Semoga kelak Pak Rusmin berkenan menghimpun ratusan naskah cerpen dan esai beliau yang tersebar di berbagai media bertahun-tahun silam ke dalam buku selanjutnya. Pendokumentasian ini penting sebagai bentuk eksistensi diri, perawatan literasi dan pendidikan publik.
Judul: Pembulak
Penulis: Rusmin Sopian
Penerbit: Galuh Patria
Tahun terbit: 2025
Tebal: 154 halaman
Bahasa: Indonesia
Warna sampul: Ungu, biru tua, tosca, putih
Cetakan: Pertama, Juli 2025
Nomor ISBN: 978-623-8454-61-7
Harga: Rp. 60.000
