Kunjungi Bakamla Babel, Wagub Hellyana Bahas Konsep Carbon Free Island di Belitung
Olrh karena itu siapa yang punya tanggungjawab harus sumbangsih menambah emisi karbon, dia juga bertanggungjawab untuk mengurangi emisi karbon tersebut supaya dapat enciptakan bisnis karbon kedepannya.
“Begitu juga untuk penindakan tambang liar yang merusak mangrove karena mangrove adalah nafas dunia. Belitung sudah ditetapkan sebagai geopark, jadi kita bukan hanya menjual alamnya yang bagus, tapi harus oksigennya juga,” terang Hellyana.
Kepala stasiun Bakamla RI Wilayah Babel, Yuli Eko Prohartanto mengatakan hadirnya Bakamla bukan hanya untuk melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan saja, tapi juga untuk memberi perlindungan konservasi SDA hayati.
“Jadi konsen kami masalah konservasi daerah pesisir karena kita tidak hanya penegakan hukum menangkap saja, tapi membina juga karena ada beberapa kegiatan untuk penertiban di wilayah pesisir,” kata Yuli Eko.
Menurutnya bisnis karbon potensinya sangat luar biasa di Indonesia dan di Singapura mereka satuperusahan, emisi karbonnya dihitunf berapa perjam perhari bahkan pertahun dan sudah ada regulasi jika ada perusahaan menghasilkan efek karbon, dia harus membeli karbon dari negara lain dan itu sudah berjalan disana.
Bahkan nanti jika komunitas bakau sudah di inisiasi oleh pemerintah, masyarakat tidak perlu jadi nelayan lagi, cukup merawat bakau saja yang pendanaan perawatannya dari perusahaan yang akan membeli, jadi mereka bisa mendapat gaji dengan cukup menjual karbon.
“Kami terus support pemerintah daerah agar masyarakat di Kepulauan Babel kesejahteraannya meningkat karena masyarakat pesisir tidak pusing lagi mencari nafkah, cukup menjual karbon saja,” tutupnya.*
