Deep Learning atau pembelajaran mendalam yang dimaksud adalah bagaimana proses pembelajaran yang dihadirkan oleh para pendidik di Indonesia dapat memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik secara mendalam dan bermakna hingga dapat diimplementasikan dengan baik oleh tiap-tiap peserta didik ketika berada di dunia nyata.

Menurut hemat penulis, program Kemendikdasmen tersebut sangat relevan dengan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini. Di tengah-tengah perkembangan dan kecanggihan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terjadi saat ini, pendidik yang profesional hendaknya dapat memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk menghadirkan proses pembelajaran yang dapat menumbuhkan minat dan bakat peserta didik, proses pembelajaran yang menyenangkan dan mampu mengoperasikan teknologi tersebut dengan baik dalam rangka untuk menunjang proses pembelajaran mendalam bagi peserta didik.

Tantangan yang kemudian muncul adalah ketika kemajuan teknologi tersebut justru menjadi bumerang bagi beberapa peserta didik yang terjerat Judi Online (Judol), pembulian, Pinjaman Online (Pinjol) dan kejahatan dunia maya lainnya. Hal ini membuktikan bahwa, implementasi Deep Learning atau pembelajaran mendalam pada satuan pendidikan tersebut masih cenderung belum terlaksana dengan baik.

Baca Juga  Hak Koreksi, Hak Publik yang Terabaikan

Para pendidik profesional hendaknya memahami bagaimana prinsip-prinsip Deep Learning atau pembelajaran mendalam. Hal ini bertujuan agar anak-anak Indonesia memiliki pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), sikap atau karakter (afektif) yang mumpuni serta mampu mengimplementasikan ilmunya dalam kehidupannya. Menurut hemat penulis, beberapa prinsip-prinsip Deep Learning atau pembelajaran mendalam yang harus dipahami oleh para pendidik profesional antara lain adalah sebagai berikut:

  • Proses pembelajaran bermakna dan memberikan pengalaman belajar mendalam

Dalam menunjang proses pembelajaran mendalam, pendidik harus mampu menghadirkan proses pembelajaran yang bermakna dan memberikan pengalaman belajar yang mandalam bagi peserta didiknya. Pendidik dapat melakukannya dengan memberikan pemahaman terhadap suatu materi dengan menggunakan berbagai strategi, meminta peserta didik untuk mendemonstrasikan atau mempraktikkan suatu materi serta merefleksikan tiap-tiap materi pembelajaran yang telah dipelajari

  • Proses pembelajaran aktif, menantang dan menyenangkan
Baca Juga  TKA Wajib atau Tidak untuk Satuan Pendidikan?

Salah satu indikator prinsip pembelajaran mendalam adalah aktif, menantang dan menyenangkan. Untuk dapat mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran, pendidik dapat menggunakan berbagai model pembelajaran seperti active learning, game pembelajaran menggunakan wordwall, quiziz, canva dan lain sebagainya

  • Proses pembelajaran kontekstual dan sesuai dengan situasi dan kondisi

Proses pembelajaran mendalam harus bersfifat kontekstual dan sesuai dengan situasi dan kondisi zaman saat ini. Pendidik dapat menggunakan alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran, meminta peserta didik untuk mengamati lingkungan sekitarnya, menggunakan teknologi pembalajaran dan lain sebagainya

  • Proses pembelajaran dapat menumbuhkan potensi peserta didik

Pendidik yang profesional hendaknya dapat memahami berbagai potensi yang ada dalam tiap-tiap peserta didik. Pendidik dapat memulainya dengan melakukan asesmen maupun Tes Kemampuan Akedemik (TKA) dan Tes Kemampuan Non Akedemik (TKNA), melakukan observasi dan lain sebagainya. Setelah memahami potensi tiap-tiap peserta didik, maka pendidik harus senantiasa berupaya menyesuaikan proses pembelajaran sesuai dengan karakter dan potensi peserta didik tersebut

  • Proses pembelajaran mampu diaplikasikan oleh pendidik dalam kehidupannya
Baca Juga  Fenomena "Burnout" di Kalangan Pendidik

Titik tertinggi dalam proses pendidikan adalah bagaimana tiap-tiap peserta didik dapat mengimplementasikan ilmunya serta dapat menyalurkan dan membagikan ilmunya dalam lingkungan kehidupan nyatanya.