“Ibu Rina Tarol memegang data itu dan itu akan kita bawa juga ke Gubernur Hidayat Arsani karena harapan terakhir kami HTI harus hengkang dari Bangka Selatan, harus keluar,” kata Rodisi, aktivis Bangka Selatan warga asli Desa Batu Betumpang kepada media di Pangkalpinang, Jumat (8/8/2025).

Rosidi mengatakan beberapa waktu lalu yang melakukan audiensi dengan DPRD Provinsi Kepulauan Babel hanya Dinas terkait dan perangkat desa. Itu sama saja dengan bohong, harusnya masyarakat yang diundang bukan mereka.

Dan kehadiran masyarakat di sini untuk menuntut pihak perusahaan, siapa saja yang memberi izin, siapa yang ikut sosialisasi, tokoh masyarakat mana yang ikut dalam sosialisasi tersebut.

Baca Juga  Kunjungi Sekretariat PWI Basel, Ini Fokus Harwendro dan Yogi Maulana jika Terpilih Jadi Anggota DPR

“Kita belum pernah ketemu pihak perusahaan, namun kita terima kasih Pak Ketua Didit sudah memberi rekomendasi, namun ini akan kami kawal ke gubernur juga dan kami akan lakukan pergerakan lagi,” ujarnya.

Menurut Rosidi jika mereka melakukan gerakan, masyarakat pasti ribut dan awal keributan ini karena mereka memasang plang dan menanam, setelah itu dilakukan surat baru disampaikan ke masyarakat.

“Mereka bilang sudah bertemu dengan tokoh masyarakat, padahal bohong. Mereka hanya ketemu dengan perangkat desa, karena itu kami harap kapolsek dan kapolres di sana jangan ada kegiatan atau gerakan yang dilakukan oleh pihak perusahaan,” tutup Rosidi.

Timelines.id berupaya mengonfirmasi manajemen PT HLR atas aksi unjuk rasa penolakan dan pencabulan izin HTI PT HLR. **

Baca Juga  Bagikan Helm dan Cokelat, Cara Humanis Satlantas Polres Basel pada Operasi Keselamatan Menumbing