Begitu pun dengan anak-anak yang lainnya dan tugas kita bukan hanya menilai kehadiran. Tapi memahami alasan di balik ketidakhadiran. Kalau hanya karena nilai angka dan absen, mungkin kita tak perlu hati … cukup pakai sistem.” ujarnya kepada semua guru dengan pelan.

Beberapa guru terdiam,rapat terus berlanjut hingga pukul 12.00 Wib, suasana yang awalnya memanas, kini mereda. Usai rapat, semua guru mulai mengisi nilai rapor hingga berapa hari mendatang.

Waktu terus berjalan di saat semuanya sudah pulang sepanjang sore masih ada pak Dermawan di ruangan guru yang masih mengisi nilai rapor bertahan tidak pulang demi memberikan nilai siswanya itu.

Dengan muka letih, mata basah, ia terus menuliskan angka satu persatu.Nilai bukan cerminan mereka,Tapi cerminan hatinya yang terluka, tetapi tetap rela.

Baca Juga  Pesan Diterima

“Ya Allah … biarlah aku tak dikenang, asal mereka kelak bisa menjadi orang baik,” ujarnya berkeluh-kesah sendirian.

Terus mengetik nilai di kolom, hingga sampai ke nama siswa yang di debatkan para guru Rehan beserta ke empat temannya, memandanginya dengan kedalaman hati nurani.

“Kalian memang anak yang bandel, tapi Bapak percaya suatu saat kalian akan berubah dengan sendirinya,” ujarnya kembali.

Kolom demi kolom garis diisi, “Nilai yang baik dan naik kelas dan tingkatkan lagi kehadiran serta selalu belajar yang yakin, karena Bapak percaya kalian adalah penerus bangsa yang hebat” tulisnya di bagian rapor para anak muridnya yang dikenal supernakal.

Jam telah menunjukkan pukul 18.45 Wib, tetapi Pak Dermawan masih belum pulang juga, masih sibuk terus mengetik rapor hingga pada masanya matanya sedikit terpejamkan karena mengantuk. Dan berapa menit kemudian pak Dermawan terbangun dari mata pejamnya lalu mulai merapikan rapor, lalu berdiri pelan.

Baca Juga  Profil Sastrawan Amir Hamzah Karya Boeah Rindoe dan Njanji Soenji yang Terkenal

Saat keluar dari ruang guru, langkahnya gontai.
Sekolah sunyi.Langit menangis,burung berkicau seram Dan malam menjadi saksi, bahwa di balik rapor yang kalian terima… ada air mata yang tak pernah kalian lihat.

Blitang, 1 Agustus 2025