Rosa
Oleh: Hening Cahaya
Rosa I
Tersenyumlah Rosa dalam dekapan angin malam.
Meski bulan samar samar tak bersahabat.
Enggan memberi cahaya.
Katakan semua pada heningnya kesunyian.
Lalu masuklah tanpa harus mengetuk pintu hati.
Terlihat jelas ada kenangan lama kuat menempel.
Malu menunduk lesu diantara nafas kerinduan.
Rasanya berat untuk berucap.
Memberi salam pertemuan, ketika usia semakin menua.
Rosa II
Kau datang tanpa pesan.
Diam menyeret waktu.
Saat mimpi mimpi membisu.
Di balik rasa kangen yang nyaris membeku.
Begitu terasa getaran jiwa.
Meski tanpa tegur sapa.
Kau masih tetap keras kepala.
Seperti yang dulu.
Halaman
