“Ternyata branding itu bukan hanya soal logo, tapi tentang bagaimana produk kita bercerita kepada pembeli,” ungkap salah satu peserta dengan antusias.

Hari kedua menjadi momen yang tak kalah penting. Tim pelaksana bersama Dinas Koperasi UKM, dan Diskoperindag melakukan kunjungan langsung ke rumah produksi UMKM untuk memproses sertifikasi halal gratis. Pendekatan ini memudahkan pelaku usaha yang selama ini kesulitan mengurus administrasi dan verifikasi. “Dengan pendampingan seperti ini, kami jadi lebih percaya diri mengurus sertifikasi halal,” kata seorang pengrajin makanan khas desa.

Dari rangkaian kegiatan ini, data terbaru menunjukkan kemajuan signifikan:

  • 115+ UMKM aktif terdata di Desa Fajar Indah.
  • Hampir seluruh UMKM telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
  • ±7% UMKM sedang dalam proses Sertifikasi Halal Gratis.
  • ±4% UMKM sudah mulai mengembangkan produknya sesuai saran ahli dari UPTD Rumah Promosi dan Kemasan Babel.
  • UMKM terbaik diumumkan pada malam puncak acara, yaitu:
  1. UMKM Keripik Wijaya
  2. UMKM Bu Sari Cake’s
  3. UMKM Terasi Bapak Juaeni
Baca Juga  Polres Basel Tetapkan Dirut Bumdes Fajar Indah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi

Ketua UKM Kewirausahaan UBB menuturkan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang pelatihan, tapi juga membangun jejaring antar-UMKM, memperkuat identitas produk, dan membuka jalan menuju pasar yang lebih luas. Sementara itu, perangkat desa menyampaikan harapan agar kolaborasi semacam ini terus berlanjut untuk memajukan ekonomi desa.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu membawa perubahan nyata. Desa Fajar Indah kini melangkah lebih percaya diri menuju masa depan UMKM yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.