Pemanfaatan Minyak Jelantah untuk Produksi Sabun sebagai Upaya Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Desa Kapit

Penulis: Mahasiswa KKN Unmuh Babel

Mahasiswa Kuliah kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung menggelar kegiatan edukatif yaitu pelatihan pembuatan sabun dari miyak jelantah yang diikuti oleh puluhan ibu-ibu kelompok Wanita Tani Desa Kapit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini dilaksanakan pada Jumat (1/8/2025). Pengetahuan masyarakat tentang bahaya penggunaan minyak jelantah maupun bahaya pembuangan sampah bagi lingkungan masih rendah.

Banyak masyarakat yang langsung membuangya ke tanah atau bahkan banyak yang mengkonsumsinya kembali. Jika dibuang ke tanah, minyak jelantah berpotensi menjadi limbah B3 (berbahaya dan beracun), berpotensi meracuni ekosistem, mengganggu keseimbangan BOD (biological oxide demand) dan COD (chemical oxide demand) pada badan-badan air yang sangat menopang kehidupan. Dampak buruk bagi ligkungan akibat pembuangan minyak jelantah tanpa pengelolaan terlebih dahulu dapat mencemari lingkungan tanah dan air.

Baca Juga  Miskin Literasi, Kesuburan Bias Otoritas

Selain cara pembuangan yang tidak tepat, masih banyak masyarakat yang memanfaatkan minyak jelantah untuk dikonsumsi, dampak buruk bagi Masyarakat yag ditimbulkan terhadap hal ini adalah menurunnya kualitas bahan pangan yang digoreng dengan miyak jelatah hingga mengakibatkan terganggunya kesehatan masyarakat.

Senyawa polimer yang dihasilkan akibat pemanasan yang berulang-ulang dapat menimbulkan gejala keracunan antara lain iritasi saluran pencernaan, pembengkakan organ tubuh, diare, kanker dan depresi pertumbuhan.

Dari permasalahan tersebut timbulah solusi dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata di Desa Kapit yaitu dengan memanfaatkan Kembali limbah minyak menjadi sesuatu yang bernilai guna, usai sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan aplikatif kepada ibu-ibu, pelatihan ini menjadi ajang praktik langsung dari ilmu yang telah disampaikan sekaligus membentuk kebiasaan baik dan berkelanjutan.

Baca Juga  Pentingnya Pengembangan Literasi: Dalam Tinjauan untuk Kemajuan Bangsa

Kegiatan ini menunjukkan bahwa limbah ini masih memiliki nilai guna yang layak dioptimalkan. Mengubah minyak bekas menjadi sabun bukan hanya Solusi pengurangan sampah, tetapi juga peluang ekonomi kreatif yang bisa mendukung kesejahteraan warga. Langkah ini sangat perlu diapresiasi dan didukung karena menjawab beberapa persoalan utama.

Pertama, pelatihan semacam ini mengedukasi masyarakat agar lebih peduli pada pengelolaan sampah rumah tangga. Kesadaran kolektif ini adalah pondasi penting menuju lingkungan yang bersih dan sehat.