Adakah lorong sunyi menuntun kita kembali pada kenang,
menautkan percaya yang dulu retak, luluh, dan hilang.
Mungkin kisah bisa bersemi dalam pelukan waktu yang lapang,
mengalir tanpa henti bagai sungai tak pernah berkarang.

Bila takdir berbelas kasih membuka pintu kembali,
bisakah aku memilihmu untuk menulis ulang riwayat kita?
Izinkan aku menjadi separuh napasmu sekali lagi,
dan merangkai masa terbaikku dalam kisah yang sama.

Dan bila Tuhan menyiapkan persimpangan henti,
akan kupilih jejak di mana langkahmu rela pergi.
Biarkan kusulam kisah baru dengan versi yang suci,
dan izinkan darahmu bernafas lagi di nadiku kini.

Baca Juga  Menanam Jagung Jangan Tertawa