Pakaian sintetis seperti poliester, nilon, dan akrilik memiliki dampak besar terhadap lingkungan karena proses dekomposisi yang lama dan pelepasan mikroplastik.

Dekomposisi Pakaian Sintetis:

– Waktu dekomposisi 30-200 tahun, tergantung pada jenis bahan dan kondisi lingkungan. (sumber: Evironmental Science & Technology, 2020)

– Proses fotodegradasi dan oksidasi menyebabkan pakaian sintetis terpecah menjadi mikroplastik.

Pelepasan Mikroplastik:

– Mikroplastik dilepaskan selama pencucian pakaian sintetis dan dapat mencapai lingkungan melalui limbah air. (Sumber: Marine Pollution Bulletin, 2016).

– Sistem pengolahan air limbah sering tidak mampu menyaring mikroplastik, sehingga mikroplastik mengalir ke sungai, danau, dan laut Masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi makanan laut. (Sumber: Science Advances, 2020).

Baca Juga  Pola Pikir Kepulauan untuk Bangka Belitung: Menjadikan Laut dan Daratan Saling Menguatkan

Dampak Pencemaran Mikroplastik:

– Mikroplastik dapat masuk ke rantai makanan melalui organisme laut dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia.   (Sumber: Science Advances, 2020).

– Mikroplastik juga menyebar melalui udara dan tanah, mengganggu kesuburan tanah dan kesehatan ekosistem.

Solusi:

– Pilih bahan ramah lingkungan seperti katun organik atau linen.

– Kurangi pencucian pakaian sintetis dan gunakan filter mikroplastik pada mesin cuci. Filter pencucian mikroplastik terbukti mengurangi polusi mikroplastik hingga 80 persen dalam beberapa penelitian. (Sumber Nature Sustainability, 2021)

– Dukung merek yang menggunakan bahan ramah lingkungan dan praktik daur ulang pakaian.

Dengan meningkatkan kesadaran dan mengambil langkah-langkah kecil, kita dapat mengurangi dampak negatif pakaian sintetis terhadap lingkungan.

Baca Juga  Hedonisme di Tengah Krisis: Hiburan atau Ancaman

Pola Hidup Sederhana dengan Gaya Hidup Minimalis

Pilhan gaya hidup glamour dan kecendrungan hedonis dengan penampilan ternyata membawa konsekwensi negatif baik terhadap perilaku menghamburkan uang untuk penampilan dan bahaya pencemaran lingkungan.

Langkah yang paling bijak adalah bergaya hidup minimalis dengan merubah pola hidup konsumtif dengan penampilan termasuk berpakian dengan kesederhanaan.

Saya memikirkan tentang gaya hidup pendiri bangsa sepeerti Muhammad Natsir, Bung Hatta dan H. Agus Salim yang memilih gaya hidup sederhana.

Menjaga lingkungan dari pencemaran produk fashion adalah dengan menerapkan gaya hidup sederhana dalam berpakaian. Alokasi dana dialihkan untuk membeli buku sebagai gaya hidup.

Pilihan yang cerdas terutama bagi perempuan Indonesia yang berpikir adalah mengalokasikan uang untuk menambah wawasan agar lebih cerdas dengan membeli buku dan mengoleksi buku.

Baca Juga  Ini Rangkaian Kegiatan Pelestarian Lingkungan PT Timah: Kumpulkan Sampah Plastik hingga Tanam Pohon

Marilah menjadi manusia yang berpikir dan menerapkan gaya hidup sederhana untuk tetap menjaga lingkungan yang substainable