Begini Kronologi Lengkap Kasus Pemerasan yang Dialami Kepala Dinas LH Babar
*Pemerasan dengan Modus Hapus Berita Dugaan Perselingkuhan
Setelah pertemuan tersebut, pelaku yang memang kesehariannya bekerja sebagai pewarta mengirimkan link berita kepada korban. Berita yang dimuat media suratkabarterkini.co.id dan diterima korban berisi tentang dugaan perselingkuhannya dengan YN.
Namun, pesan yang dikirim melalui WA pada 9 April 2025 sekira pukul 10.31 Wib tidak direspons korban. Karena itu, pada 11 April 2025 sekira pukul 04.01 Wib, pelaku Toto kembali menghubungi korban melalui WA dan mengirimkan 4 link berita dari berbagai media online.
“Akan tetapi tidak pelapor respons, lalu sekira pukul 17.01 Wib pelaku SK alias TT ini mengirim foto. Dan mengatakan bahwa bibinya sakit. Lalu dia meminta uang ke korban guna biaya pengobatan bibi. Kemudian korban sempat tanya atau negosiasi dengan pelaku,” ujarnya.
“Dalam negosiasi itu, korban bilang jika uangnya sudah ditransfer agar dapat menghapus berita tentang selingkuh ia dan YN. Korban tanya berapa uangnya, pelaku menyebut angka 35 agar segera ditransfer. Kata korban, 35 juta ya, tapi pelaku jawab bertele-tele,” tambahnya.
Lebih lanjut, pada pukul 21.12 Wib hari iti, korban mengatakan akan mengirim uang pada esok hari. Sebab hari sudah malam dan ATM jauh dari rumahnya. Saat itu, pelaku ngotot untuk meminta uang karena untuk biaya pengobatan dan dibutuhkan karena mendesak.
Percakapan itu tidak direspons korban meski ia diancam pelaku. Esok harinya, pelaku menyampaikan informasi kalau bibinya telah dalam keadaan membaik.
Tapi pelaku tetap menagih kapan uang itu akan dikirim. Korban menanyakan kembali terkait kesepakatan berita.
Bahwa ketika uang dikirim berita akan dihapus. Pelaku pun mengamini dan siap menghapus berita. Lalu setelah itu korban langsung mengirimkan uang sebesar Rp 3.500.000 melalui Mobile Banking. Setelah uang dikirim, pelaku meminta uang tambahan ke korban.
“Kemudian pelapor jawab tidak punya uang lagi. Sekira pukul 10.43 Wib, SK alias TT bilang bahwa beritanya sudah di take down. Atas kejadian ini, pelapor melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut ke Polres Bangka Barat untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
