Puluhan TI Selam Masih Beroperasi di Teluk Inggris, Bahkan hingga Malam Hari
Sementara itu, Sukardi, nelayan lainnya mengeluhkan hal serupa. Ia menyebut
Kondisi ini menimbulkan ketegangan di tengah nelayan yang merasa ditindas oleh kehadiran tambang ilegal yang makin merajalela. Ia harap pemerintah dapat turun tangan mengatasi hal ini.
“Memang aparat sudah berulang kali ke sini melakukan penertiban, cuma mereka seakan tak jera. Kami berharap besar pemerintah hadir memberikan perlindungan nelayan dan lingkungan. Jangan sampai konflik laten, berubah menjadi konflik horizontal,” katanya.
Sementara, Ketua Persatuan Nelayan Mentok, Hasan mengaku akan segera mengirim surat terbuka ke Kapolres Babar, AKBP Pradana Aditya Nugraha terkait kondisi ini. Juga kepada Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani.
“Kami mendesak tindakan tegas untuk kegiatan ini dari pemerintah daerah dan jajaran. Ini bukan kejadian baru. Kami sudah berkali-kali dirugikan, tapi pelakunya seperti kebal hukum. Kalau aparat tak bertindak, jangan salahkan kami kalau nelayan turun ke laut,” ujar dia.
“Hadang sendiri, bisa bentrok nanti. Ini tambang ilegal jangan dibiarkan. Kalau tidak bisa merusak ketertiban sosial dan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum. ami ini rakyat kecil, tapi bukan bodoh. Jangan anggap kami tak tahu,” ujarnya.
