Meneladani Akhlak Nabi Muhammad Saw
Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 H jatuh pada tanggal 5 september mendatang. Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw ini termasuk dalam Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dan biasanya setiap penjuru tanah air Indonesia akan memperingatinya dengan penuh khidmat serta mengisinya dengan beberapa kegiatan seperti shalawat dan pengajian akbar, dzikir akbar, lomba-lomba Islami dan lain sebagainya.
Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw ini hendaknya dapat dijadikan sebagai momentum untuk memperbanyak amal ibadah serta meneladani akhlak dan sifat-sifat Nabi Muhammad Saw.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan oleh umat muslim dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw atau hari kelahiran Nabi Muhammad Saw antara lain adalah: Memperbanyak shalawat atas Nabi Muhammad Saw, memperbanyak dzikir, memperbanyak amalan-amalan sunnah dan lain sebagainya.
Menurut hemat penulis, beberapa akhlaq Nabi Muhammad Saw yang dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari antara lain adalah sebagai berikut:
- Taat Kepada Allah SWT
Baginda Nabi Muhammad Saw merupakan kekasih Allah SWT yang sangat taat dalam menjalankan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangannya. Sejatinya, manusia diciptakan oleh Allah SWT adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, sebagai umat muslim yang beriman, hendaknya kita semua senantiasa taat kepada Allah SWT dan sunnah Nabi Muhammad Saw serta menjauhi segala larangan-larangannya
- Tanggung Jawab
Nabi Muhammad Saw merupakan penerima wahyu berupa kitab suci Al-Qur’an. Ia diberikan mandat untuk berdakwah menyampaikan isi kandungan Al-Qur’an kepada umatnya yang sebelumnya adalah penyembah berhala. Mandat dan tugas untuk berdakwah ia laksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Bahkan ketika nyawa menjadi taruhannya, Nabi Muhammad Saw terus melanjutkan dakwahnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai umat muslim yang beriman hendaknya senantiasa besikap tanggung jawab terhadap apa yang telah dipercayakan kepada kita
- Penyabar
Ketika melakukan dakwah dan menyebarkan agama Islam, Nabi Muhammad Saw mendapatkan berbagai tantangan. Tantangan-tangangan tersebut mulai dari cemoohan, rintangan dilempari kotoran oleh kafir quraisy dan lainnya. Akan tetapi, tantangan-tantang tersebut ia lalui dengan penuh kesabaran dan lapang dada. Dalam sebuah kehidupan, berbagai ujian dan cobaan silih berganti. Sebagai umat muslim yang beriman serta meneladani akhlaq Nabi Muhammad Saw, kita hendaknya bersikap sabar dan lapang dada
- Rendah Hati
Nabi Muhammad Saw merupakan Rasul utusan Allah SWT yang memiliki kekuasaan yang sangat luas serta pengikut yang banyak. Akan tetapi, semua itu tidak menjadikannya seseorang yang sombong dan haus kekuasaan. Ia tetap rendah hati dan hidup dengan penuh kesederhanaan. Sebagai umat muslim yang beriman, jika kita mendapatkan harta, tahta maupun jabatan hendaknya kita rendah hati, tidak somong atau takabur
- Penyayang
Nabi Muhammad Saw sangat menyayangi keluarganya. Bahkan ia terkadang mengesampingkan kebutuhannya dan memilih untuk memenuhi kebutuhan keluarganya terlebih dahulu. Dalam kehidupan kita, sikap kasih sayang adalah pondasi utama dalam menciptakan kehidupan yang damai dan sejahtera. Oleh karena itu, hendaknya kita memiliki sikap saling menyayangi
- Pemaaf
Ketika berdakwah, Nabi Muhammad Saw sering mendapatkan ancaman hingga rintangan. Akan tetapi, Nabi Muhammad Saw tidak sedikitpun menaruh rasa dendam kepada kafir quraisy tersebut. Ia bahkan mendo’akan agar para kaum kafir quraisy tersebut memperoleh hidayah dan segera bertobat. Dalam kehidupan kita, hendaknya kita senantiasa menjaga persatuan dan perdamaian. Hindari permusuhan yang dapat memecah belah bangsa. Saling memahami, saling mengerti serta saling memaafkan.
Selain itu, pada momentum kelahiran Nabi Muhammad Saw ini, umat muslim hendaknya senantiasa meneladani sifat-sifat Nabi Muhamamad Saw dalam tiap-tiap sendi kehidupan. Beberapa keteladanan yang sesuai dengan sifat Nabi Muhammad Saw ialah shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), fathanah (cerdas) dan tabligh (menyampaikan).
