OPINI, TIMELINES.ID — Turkiye kembali akan memilih presiden secara langsung, pemilihan tersebut bersamaan dengan 100 tahun usia Republik Turkiye sejak didirikan Kemal Ataturk pada tahun 1923.

Pemilihan presiden Turkiye menjadi menarik untuk disimak karena yang dipilih hanya presiden dan dilakukan bersamaan dengan pemilihan parlemen baru.

Capresnya pun tidak sedikit, sang petahana Recep Tayyip Erdogan, sang penantang kuat Kemal Kilicdaroglu, Muharrem Ince dan Sinan Ogan.

Pagelaran sengit digelar antara Capres untuk memperebutkan kursi presiden, bahkan Muharrem Ince harus mengundurkan diri di menit-menit akhir pemilihan.

Jadilah tiga kandidat yang mengikuti pemilihan Turkiye tahun 2023 tersebut, yaitu Recep Tayyip Erdogan, Kemal Kilicdaroglu dan Sinan Ogan.

Baca Juga  Amankan Tahapan Kampanye, Polres Bangka Selatan Siapkan 106 Personel

Dari ke tiga nama calon tersebut Sinan Oganlah yang paling muda, 56 Tahun berasal dari anggota parlemen.

Tiga serasa dua, berbagai survei di Turkiye menempatkan nama Recep Tayyip Erdogan dan Kemal Kilicdaroglu selalu bersaing ketat, bahkan diprediksi Recep Tayyip Erdogan akan dikalahkan satu putaran oleh lawan kuatnya Kemal Kilicdaroglu.

Saat menjelang akhir-akhir masa kampaye, keduanya menampilkan kecendrungannya.

Petahana Recep Tayyip Erdogan melakukan kunjungan ke Masjid Hagia Sophia bersama dengan para pendukungnya.

Hagia Sophia dulunya adalah Katedral di Zaman Kekaisaran Bizantium, kemudian ketika ditaklukan Sultan Muhammad Al Fatih bangunan tersebut berubah menjadi Masjid, lantas diubah menjadi museum oleh Kemal Ataturk dan kembali diubah menjadi masjid di zaman Recep Tayyip Erdogan.

Baca Juga  Karangan Bunga Diganti Pohon Hidup, Langkah Kecil Berdampak Besar

Kemal Kilicdaroglu pergi ke makam Kemal Ataturk (Bapak Turkiye) yang sekaligus menjadi simbol sekularisme yang mengubah sistem kekhalifahan menjadi demokrasi.

Sudah pastilah ketika Recep Tayyip Erdogan pergi ke Hagia Sophia menunjukan siapa dirinya dan pribadinya.