Semarak Chit Ngiat Pan di Kampung Cengel, Ada Lelang 1 Payung Seharga Rp150 Juta
Menurutnya, kegiatan ini teselengara atas kerja keras tim panitia yang diketuai Pau Pau.
“Tahun ini merupakan tonggak sejarah bangkit nya Kelenteng Setia Budi yang sudah berumur kurang lebih 150 tahun. Para panitia dan para perantuan berharap acara ini menjadi agenda rutin sebagai agenda wisata relegi.”
Pada acara ini juga diadakan lelang Payung Dewi Kuan Im.
Menurut legenda bila orang yang mendapat kan payung ini sangat bermanfaat serta dilindungi Kuan Im.
Pada acara lelang ini dimenangkan oleh: payung 1 Ko Sak Khi Rp3.000.000, payung 2 Ko Ming Rp4.000.000, payung 3 Livia Rp6.880.000, payung 4 Vinnie Rp5.800.000, payung 5 Ko Ricard Tanoto (Ko Asui) dan Ko Ali Rp150 juta.

Hasil lelang dipergunakan untuk operasional kelenteng.
Acara puncak Chit Ngiat Pan ini ditandai dengan acara rebutan yang disediakan dimeja altar depan dan pembakaran thai se ja serta pesta kembang api.
Dalam acara ini juga sore harinya ada arakan pengambilan thai pak pho dan thai pak kung didudukan di Kelenteng Setia Budi dengan iringan tambur dan gong.
Kegiatan ini sangat meriah dan menjadi keunikan budaya yang kalau dikemas dengan baik akan banyak wisatawan yang akan berkunjung ke kampung Cengel khususnya dan Pulau Bangka Umumnya.
Pantia berterima kasih kepada para donatur dan para perantauan yang sudah pulang ke Kampung Cengel untuk menghadiri acara ini.

Setelah selesai acara, tanggal 7, Minggu para panitia akan membagikan sembako bagi warga yang kurang mampu yang merupakan program baksos acara Chit Ngiat Pan ini.
