Ratusan Warga dan Nelayan se-Pulau Bangka Aksi Damai di DPRD Babel, Ini Tuntutannya

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Ratusan masyarakat dan nelayan dari berbagai kabupaten se-Pulau Bangka melakukan aksi damai di gedung paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

“Tuntutan kami masyarakat ya agar anggota DPRD bangun dari tidurnya karena mereka dipilih rakyat jadi harus turun ke rakyat. Mereka dekat dengan para menteri dan presiden, jika semua bersatu padu maka akan mudah menyelesaikan masalah HTI ini,” kata aktivis Bangka Selatan, Rosidi usai menyampaikan aspirasinya di gedung paripurna DPRD Babel, Rabu (10/9/2025).

Rosidi mengatakan rakyat jangan selalu dijadikan tumbal dan politis-politis jangan memainkan isu konflik. Masalah hutan tanaman industri (HTI) ini sudah di respon semua pihak jadi dirinya berharap DPR RI dapil Bangka Belitung juga bisa merespon agar mereka tidak menjadi pengkhianat.

Baca Juga  PT Timah Tingkatkan Implementasi Budaya K3 untuk Mencegah Kecelakaan Kerja

Begitu juga Dirut PT Timah, menurutnya jika perusahaan ingin sukses, tindak dulu koruptor yang ada di internal perusahaan karena dirinya juga mengetahui beberapa orang terkait yang harusnya tersandung hukum, bukan hanya rakyat kecil yang menjadi tumbal.

“Saya sekarang bergerak di LBH, di saat saya terjun ke lapangan, rakyat yang selalu salah, padahal kita punya data. Jika saya lapor salah satu yang terkait, tindakan hukum yang sebelumnya tidak jalan itu, sebagai bentuk keadilan hukum. Jadi Jangan hanya rakyat kecil yang dihukum,” ujarnya.

Sementara, beberapa tuntutan yang disampaikan oleh aliansi peduli penambang rakyat bersatu Babel yakni pertama, mendesak eksekutif dan legislatif babel serta Dirut PT Timah untuk menaikan harga timah agar berpihak ke rakyat.

Baca Juga  Abang Hertza Dukung Solusi DPRD Babel, Minta PPPK Jangan Jadi Korban Aturan