Metode yang digunakan dalam kegiatan dilaksanakan pelatihan dilaksanakan secara hybrid learning, menggabungkan pertemuan daring melalui aplikasi Zoom pada 7 Mei 2025 dan pertemuan tatap muka (luring) pada 24 Mei 2025 lalu. Materi dari pelatihan gelar karya yaitu menampilkan kebudayaan Indonesia tentang pakaian adat, rumah adat, dan senjata tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Pelatihan terlaksana secara interaktif, Guru dan orang tua dilatih untuk mengintegrasikan unsur budaya dalam pembelajaran sehari-hari. Sesi berbagi pengalaman diungkapkan Orang tua dan siswa berbagi cerita tentang pengalaman mereka dalam menjaga identitas Indonesia di Myanmar. Peserta juga melaksanakan praktik langsung siswa diajak untuk mengenal dan mempraktikkan penggunaan pakaian adat serta permainan tradisional.

Baca Juga  Tetapkan Lebaran Idul Fitri, Kemenag Gelar Sidang Isbat Tanggal 20 April 2023

Adapun manfaat dari kegiatan pelatihan ini, bagi Guru meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan materi kebudayaan secara kreatif dan interaktif.

Bagi orang tua memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menanamkan nilai cinta tanah air pada anak sejak dini. Bagi siswa meningkatkan rasa bangga dan cinta terhadap Indonesia melalui pengalaman langsung mengenal budaya nusantara. Bagi komunitas WNI di Myanmar, mempererat ikatan kebangsaan dan menciptakan lingkungan yang mendukung pelestarian budaya Indonesia.

Testimoni dari “Program ini sangat berarti bagi kami yang tinggal di luar negeri. Anak-anak jadi lebih mengenal dan bangga dengan budaya Indonesia.” Diungkapkan oleh Suryani, Orang Tua Siswa SIY. Pelaksana tugas Duta Besar RI dalam hal ini Kuasa usaha KBRI untuk Myanmar, dalam sambutannya. “Kolaborasi antara UNY, KBRI Yangon, dan SIY menunjukkan komitmen kita dalam menjaga identitas bangsa meski berada di negara lain.”

Baca Juga  5 Oknum Polisi Polda Jateng Terlibat Pungli Calon Bintara Polri Tahun 2022, Direkomendasikan Dipecat