Tampak pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan Anshori, Dekan FISIP Universitas Bangka Belitung ( UBB) Iskandar Zulkarnain, Pupung P Damayanti mewakili Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov Bangka Belitung, Bendahara LAM Serumpun Sebalai Datin Isnawaty, Kabid Kebudayaan Andrey Taufiqullah, Ketua LAM Junjung Behaoh Datuk Kulul, Ketua Dewan Kesenian Gilang dan para tokoh budaya Bangka Selatan.

Selain Kamaludin yang tampil dengan materi yang berjudul Pelestarian Pakaian Adat Bangka Selatan, ada pula dua pemateri lainnya. Yakni Marwan Dinata yang menampilkan materi bertema Pakaian Adat Kabupaten Bangka Selatan dan Triyadi,SE yang membawakan materi yang berjudul Mengenai Ornamen Khas Daerah dalam Pakaian Adat Bangka Selatan.

Baca Juga  Tak Lagi Kusam, Tribun Sepak Bola Desa Penutuk Kini Rapi dan Nyaman usai Dipoles Satgas TMMD

Dekan FISIP UBB Dr. Iskandar Zulkarnain MA mengaku sangat menikmati cerita yang disampaikan para pemateri.
“Dan tentunya apresiasi yang tinggi untuk kegiatan ini,” ungkapnya.

Sedangkan Pupung mewakili Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov Bangka Belitung berharap upaya pelestarian terhadap Pakaian Adat Bangka Selatan ini hidup di tengah-tengah masyarakat.

“Tentunya dengan menggelar berbagai kegiatan sehingga makin dikenal publik. Apalagi pakaian adat Bangka Selatan ini akan diusulkan sebagai Warisan budaya tak benda,” sarannya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan Anshori meminta sosialisasi harus dilakukan kepada masyarakat hingga ke sekolah-sekolah sebagai upaya melestarikan kearifan lokal dan budaya daerah.

“Apalagi pakaian adat Bangka Selatan adalah budaya daerah yang harus kita lestarikan sekaligus sebagai jati diri daerah,” jelas Anshori.

Baca Juga  Penampilan Siswa SDIT Alam Cahaya pada Even School Exhibiton dan Work With Parent Pukau Penonton