“Unggal tahu apa keinginan kalian berdua,” sambung orang tua di hadapan kami.

Aku dan Ridwan saling pandang mendengar Unggal Kulup.

Tak pelak niat kami yang ingin mendapatkan ilmu punggur bedaun sebagai pegangan untuk merantau ke ibu kota, seakan terpatahkan.

Ilmu Punggur bedaun adalah sebuah ilmu kebatinan untuk hidup abadi di dunia.

Seperti kata tua pada kalimat di awal kisah ini yang barang siapa menguasai ilmu punggur bedaun maka ia akan susah untuk mati walaupun raga tinggal tulang belulang namun nyawa tetaplah bersemayam dalam tubuh.

Kebanyakan ilmu Punggur bedaun digunakan untuk kekuatan.

Ilmu itu juga bisa digunakan untuk anti bacok juga menurut penuturan Unggal Kulup malam itu.

Baca Juga  Dua Arah Satu Waktu

Namun niat kami yang semula untuk menuntut ilmu punggur bedaun tidak direstuinya sehingga kami hanya diberikan ilmu pelindung dari segala kejahatan.

Ilmu pelindung ini untuk menjaga kami selama merantau ke ibu kota.

“Jika tidak dimandikan jeruk nipis dengan mantra mantra khusus, maka sudah dipastikan akan susah untuk mati bila sudah diisi dengan ilmu punggur bedaun,” jelas Unggal Kulup.

Punggur bedaun salah satu ilmu yang ada di Bangka Selatan yang kini hanya tinggal nama.

Tidak ada lagi yang menguasai ilmu tersebut karena akibatnya akan susah mati walaupun jasad tinggal tulang dibungkus kulit.

Walahualam bissawaf, semoga ilmu ilmu hitam yang dulu ada di tanah junjung Besaoh semakin hilang di telan zaman dengan bertambahnya keimanan dan ketaqwaan para hamba hamba Tuhan yang berserah hanya kepada yang Allah SWT.

Baca Juga  Kapan Bapak Jualan?

Wassalam, Yoelch