“Alhamdulillah, anak-anak makan. Tetapi sebagian dari menu tadi ada ayam yang agak bau. Jadi ayamnya saja yang tidak dimakan. Nasi, sayur dan susu tetap dimakan anak-anak,” imbuh Warsih.

Di sisi lain, Warsih menyebut kebiasaan anak-anak memang susah makan nasi sehingga paket MBG ini masih bersisa setelah dimakan para siswa.

“Saya tunggu hingga hari ini, menu ayam kemarin tidak ada yang keracunan dan diare, alhamdulillah. Karena memang anak-anak itu makannya sedikit,” katanya.

Meski ada temuan, TK Pertiwi Pangkalpinang tidak melapor ke SPPG sehingga tidak ada penggantian menu baru.

“Kemarin itu ayamnya yang kering itu tidak bau. Tapi ayamnya yang basah itu ada baunya. Mungkin mereka itu masaknya, lagi panas-panas langsung ditutup mungkin jadi bau,” tutur Warsih.

Baca Juga  Usai Periksa Erzaldi, Kejati Babel Naikkan Status Kasus Pemanfaatan Hutan Negara di Mendo Barat ke Tahap Penyidikan

Terpisah, Timelines.id berupaya mengonfirmasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang terkait penemuan ini.