“Melalui aksi ini, kami ingin tanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini kepada para siswa. Kami apresiasi semangat siswa, guru, dan orang tua yang turut menyukseskan acara tersebut. Perayaan ini bukan sekadar hiburan,” ujarnya, Minggu (28/9/2025).

“Tetapi menjadi pembelajaran nyata bagi anak-anak. Dengan permainan tradisional mereka belajar sportivitas, kerja sama, dan kebersamaan. Market day mereka belajar kemandirian, dan lewat aksi bersih pantai mereka belajar peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut, semua ini sejalan dengan visi pendidikan Muhammadiyah yang menekankan pembentukan karakter, kemandirian, serta akhlak mulia. Bagi SD Muhammadiyah Mentok, peringatan HUT ke-291 Mentok adalah momentum penting untuk ambil bagian di daerah.

Baca Juga  Judi Berkedok Permainan Ketangkasan Beroperasi di Parittiga, Masyarakat Minta Aparat Bertindak

Memperkuat identitas budaya dan menanamkan nilai kearifan lokal pada siswa. HUT ke-291 Kota Mentok ini jadi momentum penting bagi sekolah untuk menanamkan rasa cinta pada kota dan tanah air. Ia ingin siswa sekolahnya tumbuh sebagai generasi berkarakter.

Kemudian peduli, dan berkontribusi bagi masyarakat. Pelibatan ratusan siswa, guru, dan orang tua ini menjadi wujud partisipasi aktif sekolah dalam menyemarakkan peringatan Hari Jadi Kota Mentok. Ia harap banyak sisi positif yang lahir dari acara tersebut.

“Dengan nuansa yang meriah, edukatif, dan sarat kebersamaan, acara ini diharapkan meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya, daerah dan tanah air,” jelas Kepala SD Muhammadiyah, Sastriadi.

Baca Juga  Semarakkan HUT ke-47 PT Timah Tbk dan HUT ke-78 RI, PT Timah Tbk Gelar Perlombaan Tradisional di Kundur