Prabowo Sebut 80 Persen Timah Bangka Belitung Diselundupkan
Dilansir, Dua Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk dan bergabung bersama PT Timah Tbk memiliki dampak besar terhadap peningkatan produksi biji timah. Sejak Satgas Nanggala dan Halilintar hadir, secara bertahap produksi meningkat.
Pada Mei 2025, produksi tercapai pada angka 1.228 Ton dengan persentase realisasi 68 persen. Pada Juni kembali meningkat dengan produksi 1.409 Ton Sn dengan persentase 78 persen. Lalu pada Juli kembali meningkat dengan produksi mencapai 1.713 Ton Sn.
“Realisasinya menjadi 95 persen dan di bulan Agustus tercapai 1.887 Ton Sn atau melampaui target 104 persen. Karena target produksi bulanan kita 1.800 Ton,” ungkap Direktur Utama PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI.
Realisasi produksi ini sangat berbeda pada 4 bulan pertama di tahun 2025. Pada bulan Januari, tercatat capaian produksi hanya 696 Ton Sn atau 38 persen. Bulan Februari tercapai 1.365 Ton Sn atau 75 persen, Maret tercapai 1.164 Ton Sn dan terealisasi 64 persen.
Sementara April tercapai 1.127 Ton Sn atau terealisasi 62 persen. Selain dari Satgas TNI, kehadiran koperasi yang telah dibentuk juga mempengaruhi peningkatan produksi. Dengan kondisi demikian, pihaknya bertekad mencapai target produksi 2025 sesuai RKAP.
“Target kita sampai akhir tahun 21.500 Ton Sn. Walaupun 4 bulan pertama itu kami tak mencapai target bulanan, tapi setelah dilakukan perbaikan tata kelola, 4 bulan terakhir mulai naik. Agustus lalu, tercapai 1.887 Ton, sesuai target bulanan,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Jika statistik ini terus meningkat, maka target produksi 21.500 Ton Sn akan terealisasi sampai akhir tahun. Bahkan dengan kehadiran Satgas, bukan tidak mungkin akan melampaui target pada angka 30.000 Ton Sn pada 2026. Yang mana target bulanan jadi 6.500 Ton.
