Usai peristiwa memilukan itu, sebanyak 40 santri dilarikan ke RSUD Notopuro.

“Ada 40 santri yang menjalani perawatan. 30 santri rawat jalan dan 8 santri dirawat inap. Sedangkan dua santri asal Surabaya dan Belitung meninggal dunia pukul 7.30 Wib dan 9.30 Wib,” jelas Direktur RSUD Notopuro, Atok Irawan seperti dikutip dari tintahijau.com.

Menurutnya, sejak kejadian, RSUD menurunkan 3 dokter untuk membantu proses evakuasi.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit menjelaskan Musala Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin sore saat para santri sedang melaksanakan salat Ashar.

Akibat peristiwa itu, 140 santri menjadi korban. Sebanyak 102 santri berhasil dievakuasi dan 38 santri terjebak di bawah reruntuhan.

Baca Juga  11 Tersangka Pelaku Pengrusakan Aset Foresta Resmi Ditahan Polda Babel

Sumber: tintahijau.com