RDP Bersama DPRD Babel, Pertamina Beberkan Penyebab Kelangkaan BBM di Bangka

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — PT Pertamina Patra Niaga Bangka Belitung memaparkan persoalan dan kendala terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang di semua SPBU yang ada di Pulau Bangka selama tujuh hari kemarin.

“”Apa yang kita alami selama tujuh hari ini, kami mohon maaf ke masyarakat karena sudah mengganggu aktifvtasnya akibat antrean panjang di SPBU. Namun ini bukan keinginan kami,” kata Sales Manager PT Pertamina Patra Niaga area Bangka Belitung, Satriyo Wibowo Wicaksono saat hadir di rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Babel, di ruang Banmus Kantor DPRD Babel, Kamis (20/11/2025).

Baca Juga  Buntut Sidak Gudang Timah di Bateng, Pj Gubernur Dilaporkan ke Presiden RI?

Ia mengatakan Bangka Belitung sebagai salah satu provinsi kepulauan ini sangat bergantung pada supply BBM dari terminal BBM daerah lain. Untuk di wilayah Bangka Belitung sendiri ada 3 terminal BBM yang mensupport aktifitas distribusi bahan bakar.

Terminal utama ada di kawasan pelabuhan pangkalbalam yang produknya ada pertalite, pertamax, bio solar, dexlite dan dex. Terminal kedua di tanjung pandan Belitung yang juga sama produknya, dan terminal ketiga kita ada terminal swasta di belinyu yang berfungsi untuk membackup jika terminal utama ada kendala.

Terminal atau depot pangkalbalam dan belinyu semua dibawah supervisi PT Pertamina Patra Niaga dan itu menjadi satu kesatuan meski secara kepemilikan berbeda karena di Depot Belinyu itu BBMnya milik Pertamina bukan milik swasta.

Baca Juga  Haidir Asnan Resmi Jabat Ketua Karang Taruna Bangka Belitung

“Di terminal Belinyu ada hak supply ke Belitung, jika ada kendala maka kita arahkan kapal untuk langsung ke Belinyu. Namun di situ kita hanya sediakan produk pertalite dan bio solar,” ujarnya.

Wicaksono menjelaskan awal persoalan antre panjang di SPBU beberapa hari kemarin karena keterlambatan pasokan di tanggal 17 November yang seharusnya kapal sudah tiba di Muara Sungai Baturusa, namun terkendala saat akan sandar karena ada pasang surut air jadi harus menunggu satu hari untuk bisa masuk.

Namun recoverynya untuk posisi di tanggal 18, 19 dan 20 November, SPBU sudah banjir stok dan supply pertamax itu naik 200% di atas normal atau dua kali lipat. Jadi, ujarnya, di tanggal 18 November ada sekitar empat kali lipat dari normal.

Baca Juga  Bawaslu Babel Lakukan Pertemuan Dengan Awak Media Terkait Pengawasan Pemilu 2024