Sebelumnya, Satgas PKH Selasa lalu mendatangi Bangka Belitung.

Satgas PKH menindaklanjuti banyak permasalahan khususnya tata niaga timah di Babel.

Gubernur Hidayat Arsani merespons positif tujuan kedatangan Satgas PKH ini.

“Satgas timah ini tidak melakukan razia seperti yang dibayangkan melainkan datang untuk memperbaiki sistem pertimahan yang lebih baik lagi,” ujar Gubernur Hidayat Arsani.

Ia menegaskan hal ini melalui Satgas PKH ini diharapkan masyarakat bisa lebih sejahtera, harga timah juga disesuaikan, terlebih lagi masyarakat nanti bisa bekerja dengan baik di wilayah IUP timah yang sudah ada

“Selamatkan IUP Timah sesuai dengan aturan, karena wilayah timah wajib dijaga oleh satgasnya. Dan sudah menjadi tugas Gubernur untuk menertibkan rakyatnya,” tegasnya

Baca Juga  Selamat, SMPN 1 dan SMAN 2 Toboali Sabet Juara I Lomba PBB Kodim Basel

Di sela kunjungan ke Babel untuk meninjau kegiatan pertambangan, Satgas PKH sempat mengunjungi satu smelter yang merupakan hasil sitaan dari penyidikan.

Pemerintah Provinsi Babel mengharapkan hasil dari turunnya Tim Satgas PKH ini untuk membuat tatanan supaya pelaksanaan pertambangan kedepan sesuai dengan regulasi yang ada.

Dan juga nantinya kegiatan pertambangan ada jaminan reklamasi serta diharapkan nantinya diekspor bisa menjadi pendapatan negara dan PAD.

Selain itu, kedatangan Satgas PKH bukan hanya untuk masalah pertambangan saja, masalah kelapa sawit juga menjadi perhatian. Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya pada awak media.

“Ada dua masalah, pertama masalah Satgas PKH dengan sawit, telah disepakati untuk luas 5 hektar akan dibantu sementara lebih dari 5 hektar sudah di luar kewenangan. Lalu permasalahan harga timah, pembayaran dan dikeluarkannya WPM menjadi IPL, akan dibahas lebih lanjut nanti,” tutup Didit

Baca Juga  Komplotan Pencuri Sawit Ditangkap Buser Macan Selatan, 1 Pelaku Beraksi di 8 TKP