Begini Kata Harwendro soal Pemanfaatan Mineral Strategis Logam Tanah Jarang
Oleh sebab itu, harus ada formula yang tepat dalam mengeksplorasi timah di Belitung. Misalnya diberikan regulasi supaya timah di Belitung bisa diserap oleh smelter di Pulau Bangka atau PT Timah Tbk.
“Saya rasa itu sebagai solusi ya supaya perekonomian masyarakat Belitung bisa hidup kembali,” ujar Ketua Umum AETI, Harwendro Adityo Dewanto, dilansir dari Youtube CNBC Indonesia di dalam program Minning Zone yang tayang di tanggal 30 September 2025 kemarin.
Berbicara serapan eksportir timah yang dilakukan AETI, Harwendro membuka data yang ada. Berdasarkan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB), di tahun 2025, target eksportir timah di seluruh Indonesia mencapai 53.000 ton. Ia melihat, target ini bisa terealisasikan.
Sebab, berkaca dari tahun sebelumnya lantaran rata-rata eksportir timah di angka 50-70 ribu ton per tahun. Perihal buyer ekspor, Harwendro mengatakan paling banyak dari China dan India. Hal ini cukup beralasan mengingat industri di dua negara itu sangat berkembang.
“Harusnya dengan melihat tahun-tahun sebelumnya bisa terserap 53.000 ton per tahun. Karena rata-rata, ekspor itu di angka 50 sampai 70 ribu. Saat ini dari China dan India itu banyak (buyer). Karena industri di sana sangat berkembang dan membutuhkan banyak bahan baku timah,” ujarnya.
Dilansir, PT Timah Tbk menargetkan produksi biji timah mencapai 21.500 Ton Sn pada tahun 2025. Hal ini sudah tertuang di dalam Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Perusahaan (RKAP) yang disusun Direksi Operasi PT Timah Tbk.
Untuk merealisasikannya, perusahaan ini akan melakukan berbagai langkah. Di antaranya membuka tambang timah di Laut Batu Beriga, Kabupaten Bangka Tengah yang memiliki potensi tinggi di angka 4.000 Ton Sn. Juga di Laut Desa Rias di wilayah Bangka Selatan.
“Karena di Laut Rias juga punya potensi tinggi di angka lebih kurang 2.297 Ton Sn. Kemudian di Laut Olivier yang ada di Belitung Timur dengan potensi timah 38.900 Ton Sn,” ujar Direktur Operasi PT Timah Tbk, Nur Adi Kuncoro pada Senin (22/9/2025) kemarin.
Jika ditotalkan 3 lokasi tersebut maka potensi cadangan timah di IUP PT Timah mencapai 45.197 Ton Sn.
