Oleh: Yoel Chaidir

Allahuakbar Allahuakbar…Laa ila hailallah……

Suara lantunan Azan pak Alis tepat di telinga anaknya yang kini terbaring kaku membujur dengan jasad dingin membeku.

Sanak saudara dan kerabat yang tak putus melafazkan Yassin sebagaimana saat bertakziah ke rumah duka.

Sudah lebih dari tiga jam Ibnu dinyatakan meninggal oleh tim medis.

Mereka memeriksa denyut nadi dan jantungnya pada sore hari menjelang Maghrib tiba.

Ibnu dinyatakan meninggal karena sakit pada bagian perut setelah makan siang.

Setelah dirujuk ke rumah sakit dan didiagnosa secara medis, Ibnu lalu dirawat di sebuah ruangan anak dengan pengawasan yang cukup intens oleh perawat dan dokter jaga.

Baca Juga  Demi Kau, Kutenggak Racun Itu!

Infus masih tertancap di tangan Ibnu yang tampak semakin lemah saat waktu Ashar tiba.

Seluruh keluarga pun diminta untuk segera berkumpul di ruangan.

Pertolongan tim tak mampu mengembalikan keadaan Ibnu, malah semakin parah.

Tepat menjelang Maghrib Ibnu menghembuskan napasnya yang terakhir.

Tangis dari orang tua dan kerabat pecah malam itu.

Kini jasad Ibnu terbaring kaku membujur di ruang depan rumah berdinding papan rumah orang tuanya.

Selepas Maghrib, Ayah Ibnu yang bernama Alis duduk tepat di bagian kepala anaknya semata wayang.

Perlahan Pak Alis berulang kali melantun kan Azan tepat di telinga Ibnu.

Derai air matanya tertumpah di wajah Ibnu.

Tiba-tiba saja, keajaiban pun terjadi.

Baca Juga  Tabir

Ibnu yang sedari tadi terbaring kaku, perlahan menggerakkan tangannya.