Sosialisasi di Islamic Centre, Densus 88 Ingatkan Pelajar: Radikalisme Menyusup Lewat Game Online

Penulis: Eqi Fitri Marehan

BANGKA, TIMELINES.ID — Anggota Densus 88 Anti Teror Polri, Briptu Al-Hadj, mengungkapkan bahwa seorang pelajar di Bali terpapar radikalisme karena bermain game di gadget. Pelajar tersebut masuk ke grup percakapan yang berisi informasi yang berujung pada paham radikalisme.

“Gara-gara game, pelajar ini jadi radikal,” kata Al-Hadj dalam sosialisasi wawasan kebangsaan di Islamic Centre Sungailiat, Jumat (10/10/2025).

Al-Hadj mengimbau para santri untuk berhati-hati ketika menggunakan gadget dan media sosial, karena pelaku radikalisme menggunakan platform ini untuk menyebarkan paham mereka.

Densus 88 Satgaswil Babel rutin melakukan patroli siber dan telah menemukan beberapa akun media sosial yang terindikasi menyebarkan paham radikalisme. Al-Hadj mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan akun-akun yang mencurigakan.

Baca Juga  Cabuli Anak Tetangga, Pak Kumis Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Selain itu, Al-Hadj juga mengungkapkan bahwa anak-anak di bawah umur juga bisa terpapar radikalisme karena pengaruh orang tua. Densus 88 melakukan upaya deradikalisasi terhadap para pelaku, termasuk anak-anak yang terpapar radikalisme.

Sebelumnya, Densus 88 Polri melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan di Islamic Centre Sungailiat, Jumat (10/10/2025).