Sosialiasi ini mengangkat tema pencegahan intoleransi, radikalisme, terorisme, dan ekstrimisme.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada generasi muda tentang pentingnya menghargai perbedaan dan mencegah radikalisme.

Turut Hadir dalam kegiatan ini Ketua Yayasan Bahrul Ulum, Drs H Syaiful Zohri, Kepala Ponpes Bahrul Ulum Kyai Sukaryadi SPdI, Kepala Pengasuhan putra, ustaz Fauzan Aziz, kepala pengasuhan putri, ustazah Yuniarsih MPd, Waka Kurikulum MTs Plus Bahrul Ulum ustaz Pebrian Saputra SPd. Ustaz/ustazah, serta ratusan santri putra, dan putri.

Katim Pencegahan Satgaswil Babel Densus 88 Polri, Ipda Hariyadi, menyatakan bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah dinyatakan bersih dari radikalisme, namun perlu terus dilakukan upaya pencegahan. “Pencegahan harus terus dilakukan,” tegasnya.

Baca Juga  Mabuk Berat, Pemuda di Merawang Perkosa ABG

Sosialisasi ini dihadiri oleh ratusan santri putra dan putri, serta para ustaz dan ustazah di lingkungan Islamic Centre. Narasumber, Briptu Al Hadj, menjelaskan bahwa intoleransi adalah akar dari permasalahan radikalisme dan terorisme. “Intoleransi adalah sikap yang tidak mengakui perbedaan, dan dapat berkembang menjadi radikalisme dan terorisme,” jelasnya.

Briptu Farhan, narasumber lainnya, menambahkan bahwa Densus 88 terus melakukan upaya pencegahan radikalisme dan terorisme, dan hasilnya sudah terlihat dengan tidak adanya penindakan atau penangkapan pelaku terorisme sepanjang 2024 hingga sekarang.

Ketua Yayasan Bahrul Ulum, Drs H Syaiful Zohri, menyambut baik kegiatan sosialisasi kebangsaan ini dan berharap dapat menambah wawasan para civitas akademika Islamic Centre. Dengan kegiatan ini, diharapkan para santri dapat terhindar dari radikalisme dan menjadi generasi yang toleran dan cinta damai.

Baca Juga  Matangkan Proses PPDB 2024, Dindikbud Basel Gelar Sosialisasi ke Sekolah dan Operator