10 Oktober Waktu Itu
Oleh: Tiwing Sekar Mimpi
(teruntuk ayah tercinta)
Ayah ulang tahun..ya.
Puterimu ini tidak bisa beri kado kemewahan.
Hanya tulisan yang katanya puisi.
Itu pun tidak sehebat ayah berpuisi.
Ini sekadar ungkapan hati yang menghormati dan menyayangi ayah.
Puterimu bangga, pada usia senja, ayah tetap melangkah tegar.
Berlari di antara ada dan tiada.
Mengejar berita sampai terjatuh di pinggiran trotoar yang dibangun tidak karu karuan.
Senyumlah yah.
Tatap putrimu ini dan peluk cucumu.
Itu kado kebahagiaan paling berharga.
Jangan teteskan air mata, sebelum lilin ulang tahun ditiup.
Sebelum nyanyian ulang tahun menggema.
Di hati putrimu dan cucumu.
Halaman
