Selamat Jalan Faturrahman, Arsitek Buku Kumpulan Cerita Rakyat Negeri Serumpun Sebalai
Faturrahman menjadi Ketua Panitia kegiatan Duta Baca Indonesia itu. Penulis ikut menjadi bagian kegiatan bersama penggiat literasi Bangka Suparman Akai dan Rico Ariputra selaku Tim Penggerak Literasi dari Kota Pangkal Pinang.
Setelah itu interaksi dengan Faturrahman sebagai birokrat di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah berlanjut. Tentunya menu utama pembicaraan tentang literasi.
Saat DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal pada 27-28 Mei 2025 yang menghadirkan narasumber tokoh budaya Babel Yan Megawandi, sejarawan Akhmad Elvian dan Yoga dari Kantor Bahasa Bangka Belitung, penulis ikut hadir bersama para penggiat literasi dari Bangka Selatan.
Kegiatan selama dua hari itu melahirkan buku kumpulan cerita rakyat yang rencananya akan diluncurkan pada Hari Jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung November mendatang.
Fatur mengumpulkan semua peserta bimtek dalam grup percakapan WhatsApp yang diberi nama Bimtek Kepenulisan Budaya Lokal yang berisikan puluhan penulis lokal Bangka Belitung.
Setiap bertemu dengan Fatur, gelora literasi selalu bergema kencang. Kepeduliannya terhadap dunia literasi sangat baik. Banyak gagasan tentang literasi lahir dari interaksi dengan Faturrahman.
Bahkan, beberapa hari lalu, masih berkomunikasi lewat pesan WhatsApp tentang rencana menggelar kegiatan membaca dengan dalam mendukung Gerakan Bangka Belitung Membaca.
Berita duka kepergian M. Faturrahman membuat dunia literasi Bangka Belitung berduka. Kehilangan tokoh yang selalu menyalakan obor literasi di negeri Serumpun Sebalai ini dengan penuh senyuman.
Selamat jalan, sahabat.
Insyaallah, dunia literasi Bangka Belitung terus menyala dengan segala pernak perniknya.
Dan kontribusimu, akan menjadi catatan sejarah dalam dunia literasi di negeri ini, Negeri Serumpun Sebalai.
Al Fatihah.
