Sebelum Dinyatakan Tewas, Korban Sempat Masuk ke Kontrakan Lidya
“Pelapor dan suaminya langsung pergi ke Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok dan mendapat kabar bahwa mobil Calya warna putih dengan plat BN 1343 TB menyebrang ke Pelabuhan Tanjung Api-api. Mobil itu bertolak ke seberang dengan Kapal Feri Pratiwi,” katanya.
“Di mobil itu terdapat penumpang atas nama Lidya dan Sudian. Setelah dicek di data manifest bahwa korban tidak berada di mobil atau jadi penumpang di kapal feri. Dari situ, pelapor langsung hubungi rekan korban berinisial SR untuk menanyakan korban,” katanya.
Dari pernyataan SR, korban dikabarkan pernah mengunjungi rumah kontrakan Lidya bersama SR. Dari informasi itu, korban memang mengenal Lidya dan rekan wanita lainnya berinisial SL. EL lantas menghubungi SL dan SL bilang bahwa kontrakan Lidya telah terkunci.
Selain itu, nomor ponsel Lidya diduga telah diblokir sehingga tidak bisa dihubungi. Kata tetangga Lidya, bahwa pada 19 Juni 2024 sekira waktu magrib ia melihat mobik Calya Putih parkir di halaman kontrakan. Lalu ada seorang ke luar dari mobil mirip dengan korban.
“Orang yang ciri-cirinya sama dengan korban itu sempat masuk ke kontrakan Lidya dan menutup pintu. Sekira pukul 18.15 Wib, Lidya datang meminjam uang kepada tetangganya namun tidak diberikan. Pelapor lalu meninjau rumah Lidya pada Kamis (20/6/2024) malam.
“Saat dicek sekira pukul 20.19 Wib, dia mendapati Lidya sudah tidak berada di kontrakan. Kontrakan dalam keadaan kosong dan Lidya tidak ada pamit atau memberikan kabar kepada pemilik kontrakan. Karena khawatir, pelapor lalu melaporkannya ke kita,” katanya.
