Lempah, Rusip, dan Es Sirup Jadi Menu MBG di SMP Negeri 3 Toboali

Oleh: Agus Bachtiar Kurniawan – Pemerhati/Penggiat Seni dan Guru Seni Budaya di Bangka Selatan

Akhir-akhir ini media massa ramai menayangkan berita tentang dimulainya Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah. Makan Bergizi Gratis adalah wujud pelaksanaan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Walaupun masih menimbulkan pro dan kontra bagi sebagian masyarakat, namun di wilayah-wilayah tertentu program Makan Bergizi Gratis sudah berjalan. MBG ditujukan untuk menjaga dan meningkatkan gizi dan nutrisi khususnya bagi anak usia sekolah, ibu hamil dan menyusui.

Tapi tahukah anda sejak tahun 2016 SMP Negeri 3 Toboali sudah melaksanakan MBG dengan berbagai menu yang menarik serta familier bagi murid-murid? Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menyehatkan pikiran dan memberikan nutrisi pada otak kanan yang diharapkan akan merangsang tumbuh dan berkembangnya kreativitas serta potensi murid yang mungkin saja belum terasah dengan maksimal dalam kegiatan pembelajaran.

Baca Juga  Trauma Menikah: Bagaimana Perlindungan Hak Anak atas Nafkah pada Proses Perceraian

Apakah yang dimaksud MBG di sini? Makan Bergizi Gratis? Ternyata bukan. MBG di SMP Negeri 3 Toboali merupakan singkatan Melukis Bersama Guru.

Program MBG dilaksanakan oleh guru mata pelajaran Seni Budaya untuk mewadahi minat dan bakat murid terutama dalam bidang Seni Lukis. Sebagai guru Seni Budaya penulis meyakini,bahwa melukis merupakan terapi kesehatan jiwa bagi murid agar lebih peka, mencintai keindahan dan sekaligus menghaluskan budi dan pekerti.

1. LEMPAH (Lukisan Edukasi Media Tampah)

Menu Lempah dalam MBG sudah mulai digulirkan pertengahan tahun 2016. Melihat potensi murid yang belum tersalurkan akibat keterbatasan alat, bahan dan media yang dibutuhkan dalam berkarya seni lukis, penulis terinspirasi untuk memanfaatkan media yang ada disekitar lingkungan sekolah yaitu perkakas rumah tangga yang dikenal dengan nama tampah.

Baca Juga  Pengaruh Inflasi terhadap Strategy Blue Ocean di Bangka Belitung

Tampah yang identik dan sangat dekat dengan para petani diharapkan akan menambah kesan unik dan kekhasan tersendiri pada karya yang dihasilkan.