Lempah, Rusip, dan Es Sirup Jadi Menu MBG di SMP Negeri 3 Toboali
Terlebih lagi, SMP Negeri 3 Toboali berada dalam kawasan yang banyak dikelilingi area persawahan dan tentu tak asing dengan perkakas yang bernama tampah. Sebagai guru mata pelajaran Seni Budaya,penulis melihat efektifitas media yang digunakan lebih terjangkau dalam kaitannya dengan harga dan ketersediaan bahan.
Dalam menu LEMPAH, murid melukis dengan menggunakan media tampah sebagai pengganti kanvas. Lukisan-lukisan yang di buat oleh murid bersama-sama dengan guru seni,memuat tema serta gagasan edukatif sesuai dengan pengalaman artistik masing-masing. Guru seni terlibat aktif dan menjadi contoh atau panutan sekaligus membuktikan bahwa seorang guru tidak hanya bisa berteore, tetapi praktik di depan murid secara langsung.
2. RUSIP (Ruang Seni dan Praktik)
Rusip dalam kaitannya dengan program MBG adalah akronim dari Ruang Seni dan Praktik. Dalam praktik melukis, dibutuhkan ruangan sebagai pusat dari kegiatan yang sekaligus menjadi tempat berekspresi, menuangkan gagasan dan imajinasi. SMP Negeri 3 Toboali memberikan sebuah ruang yang dikhususkan untuk melukis dan berkaya seni rupa agar lebih fokus dan terorganisir dengan baik. Meskipun demikian, siswa juga bisa berkarya di luar ruang seni dan praktik (RUSIP) disesuaikan dengan kebutuhan.
3. ES SIRUP (Ekstrakurikuler Seni Rupa)
Sebagai upaya mengembangkan dan lebih mematangkan minat serta bakat murid, sekolah mengadakan berbagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler. Dari beberapa pilihan ekstrakurikuler itu,Ekskul Seni Rupa (ES SIRUP) adalah salah satu pilihan yang tepat terutama bagi murid yang ingin lebih bersungguh-sungguh mempelajari serta mendalami kesenirupaan khususnya seni lukis.
Ekstrakurikuler Seni Rupa dilaksanakan setiap hari Rabu pukul 15.00 sampai dengan selesai yang penulis bimbing sendiri. Hal ini dilakukan sebagai wujud eksistensi guru seni dan pertanggungjawaban secara moral terhadap kemajuan seni budaya Bangka Selatan.
Dengan dilaksanakannya MBG di SMP Negeri 3 Toboali, penulis berharap akan menambah semangat berkesenian, keragaman karya seni, dan pada akhirnya akan mencetak perupa-perupa muda yang bermuara pada Bangka Selatan yang lebih berwarna dan makin memesona.
