Strategi Menanamkan Karakter Bijak Bermedia Sosial bagi Peserta Didik

Oleh: Rudiyanto, S.Pd.,Gr — Guru Pendidikan Agama Islam SDN 9 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan

Bangsa Indonesia saat ini telah memasuki fase perkembangan arus globalisasi dan pertumbuhan dunia Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) yang begitu pesat. Dalam dunia pendidikan, perkembangan dan pertumbuhan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) tersembut membawa dampak positif dan dampak negatif.

Dampak positifnya adalah, dunia pendidikan mempunyai paradigma baru yaitu proses pembelajaran berbasis digital yang diyakini dapat membuat proses pembelajaran lebih menarik, variatif, menyenangkan, aktif, bermakna, mendalam dan tidak monoton atau membosankan.

Sebelum mengenal dunia teknologi, Indonesia menerapkan model pembelajaran tradisional seperti ceramah. Hal ini cenderung kurang sesuai dengan generasi masa kini yang tidak dapat dilepaskan dari yang namanya teknologi. Disisi lain arus globalisasi dan kecanggihah Teknologi, Informasi dan Komunikasi yang berkembang pesat juga turut membawa dampak negatif.

Baca Juga  Trebel Winner Manchester City, Apa yang Bisa Kita Petik?

Beberapa dampak negatinya bagi peserta didik ialah maraknya kasus cyber bullying atau pembulian menggunakan media sosial, judi online, penyebaran berita bohong atau hoax, fomo dan lain sebagainya. Dampak negatif tersebut tentu harus segera dicegah dan ditangani dengan bijak. Jika tidak, maka nilai-nilai spiritual dan moral peserta dan generasi penerus bangsa akan semakin rusak.

Menurut hemat penulis, beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh pendidik dalam menanamkan karakter bijak bermedia sosial bagi peserta didik antara lain adalah sebagai berikut:

1. Tanamkan Pemahaman Bahwa Ulisan maupun Postingan Adalah Cerminan Diri Kita

Dalam upaya untuk menanamkan karakter bijak bermedia sosial bagi peserta didik, salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik ialah menanamkan pemahaman kepada peserta didik bahwa tulisan dan postingan yang kita lakukan di media sosial merupakan cerminan diri kita. Oleh karena itu, jangan sampai kita semua terjebak dalam dosa jariyah digital. Berlomba-lombalah dalam kebaikan melalui media sosial. Misalnya dengan menulis dan memposting tentang amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya

Baca Juga  Meneladani Akhlak Nabi Muhammad Saw

2. Tanamkan Sikap Tabayyun sebelum Menulis atau Memposting