Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik untuk menanamkan karakter bijak bermedia sosial pada peserta didik adalah dengan membiasakan tabayyun. Artinya adalah segaka informasi yang kita dapatkan harus di cek terlebih dahulu kebenarannya dan diklarifikasi. Jika sekiranya informasi tersebut mengandung berita bohong atau hoax, hendaknya tidak kita share kembali

3. Menjunjung Etika Berkomunikasi Online

Pendidik dapat mengingatkan peserta didiknya agar senantiasa menjaga etika dalam berkomunikasi secara online. Walaupun kita tidak berjumpa secara langsung dengan lawan bicara kita, sopan santun harus tetap dikedepankan. Hal ini dilakukan agar tetap menjaga hubungan baik dan tidak tercipta permusuhan atau ketegangan

4. Arahkan Bermedia Sosial untuk Menebar Kebaikan

Baca Juga  Fenomena "Burnout" di Kalangan Pendidik

Media sosial adalah sarana yang sangat potensial untuk kita berbagi kebaikan secara mudah dan efisien. Pendidik dapat mengajak peserta didiknya untuk menulis dan memposting hal-hal kebaikan seperti motivasi dan inspirasi, ceramah atau tausyiah agama, ilmu pengetahuan, sejarah Islam dan lain sebagainya

5. Pemberian Nasihat di Sela-Sela Pembelajaran

Nasihat adalah sebaik-baik bekal yang dapat diberikan pendidik kepada peserta didiknya. Oleh karena itu, para pendidik hendaknya tidak bosan memberikan nasehat kepada peserta didiknya agar senantiasa bijak dalam bermedia sosial

6. Menjadi Tauladan

Pendidik, tenaga kependidikan dan seluruh warga satuan pendidikan adalah suri tauladan bagi peserta didik di lingkungan satuan pendidikan. Oleh karena itu, seluruh stakeholder pendidikan hendaknya dapat memberikan contoh yang baik agar para peserta didiknya menjadi pribadi yang senantiasa berakhlakul karimah

Baca Juga  Birokrasi Sakit