Dia menekankan bahwa kegiatan PMT ini bukan hanya bersifat seremonial. Melainkan intervensi gizi spesifik dan sensitif yang diharapkan memperbaiki status gizi ibu hamil serta balita yang mengalami masalah gizi. Ia meminta jangan dianggap sepele persoalan ini.

Sebab masa kehamilan dan balita ialah periode emas (golden period) yang sangat menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Selain memberikan bantuan gizi tambahan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat di Babar.

Dengan fokus meningkatkan kesadaran pentingnya gizi seimbang, pola makan sehat, serta perilaku hidup bersih. Dia memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, bidan, nutrisionis, dan kader posyandu yang telah bekerja keras dalam menyukseskan PMT Ini.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem, Warga Pesisir Diminta Waspada, BPBD Babar: Utamakan Keselamatan

“Itu saya apresiasi kinerja nakes kita. Kami akan terus berkomitmen perluas program gizi warga dan memperkuat upaya penurunan stunting. Mari kita wujudkan generasi yang sehat, kuat, dan bebas dari stunting,” ucapnya.

Program PMT Susu 2025 ini merupakan peluncuran kedua sejak pertama kali digelar pada 2024, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.