“Lalu humanis, dan berkesinambungan. Kehadiran KRIS merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional. Tujuannya setarakan fasilitas dan meningkatkan mutu pelayanan rawat inap bagi seluruh masyarakat. Khususnya peserta JKN,” tambah dia.

Markus menyebut, terobosan itu dinilai dapat memastikan setiap pasien mendapatkan layanan rawat inap yang setara dan berkualitas tanpa memandang status sosial maupun ekonomi. Ia kemudian memberikan pesan kepada nakes di RSBT Mentok.

“Pesan saya terus berikan pelayanan terbaik dengan penuh ketulusan dan profesionalisme. Jadikan setiap pasien sebagai prioritas utama dan layani mereka dengan sepenuh hati. Terus tingkatkan kompetensi agar layanan yang diberikan selalu optimal,” ujarnya.

Di akhir acara, Markus secara resmi membuka ruang rawat inap berstandar KRIS itu sebagai simbol komitmen RSBT Mentok dalam memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat Babar. Ia juga meninjau seluruh ruang rawat inap dan fasilitas di dalamnya.

Baca Juga  Pindah Tugas ke Sulawesi Tengah, WBP dan Petugas Rutan Mentok Kehilangan Sosok Adrian