Selain memberikan alat keselamatan, personel Satpolairud juga mengimbau para nelayan agar tidak menggunakan alat tangkap ikan yang merusak ekosistem laut, seperti pukat harimau atau bom ikan. Edukasi ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan hasil tangkapan dan kelestarian lingkungan perairan Bangka Barat.

“Kami tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga ingin membangun kesadaran bersama agar laut tetap lestari dan nelayan bisa mencari nafkah dengan aman serta berkelanjutan,” ucapnya.

Salah satu nelayan yang menerima bantuan alat keselamatan, Herman (45), menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian yang diberikan pihak kepolisian. Ia menilai kegiatan ini sangat membantu, terutama bagi nelayan kecil yang kerap kesulitan membeli alat keselamatan dengan biaya sendiri.

Baca Juga  Personel OMB Polres Babar Ikuti Pemeriksaan Kesehatan, Ini Tujuannya

“Kami berterima kasih kepada bapak-bapak dari Polairud. Kadang kami berangkat melaut seadanya, tapi sekarang ada pelampung dan alat tambahan, jadi lebih tenang,” katanya.

Program seperti ini, lanjut Iptu Yudi, akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan menyasar desa-desa pesisir di seluruh wilayah hukum Polres Bangka Barat. Selain meningkatkan keselamatan, kegiatan tersebut juga diharapkan mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat nelayan.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berjalan. Keselamatan di laut adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya nelayan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat pesisir,” tuturnya.

Kegiatan pembagian alat keselamatan laut ini menjadi salah satu bentuk nyata peran Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus mendukung program Polri Presisi dalam menciptakan keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Bangka Barat.

Baca Juga  Jual Sabu, Pemuda Pengangguran asal Belolaut Ditangkap Polisi