Pak Ali tiba-tiba menampar air laut. Sontak, para perompak berteriak dan memegang perutnya.

Mereka terkapar menahan sakit pada bagian perut. Terlihat dari jauh perut mereka membesar seakan akan ada sesuatu yang bergerak mirip serupa jambul nanas.

Hal ini membuat sakit nya tak tanggung tanggung. “Putar Haluan!” teriak Pak Ali sambil menunjuk para perompak dengan lantang.

Mesin motor kapal pun menurunkan gasnya. Dengan sekali putaran kapal motor sudah mengarah ke tepian pantai.

“Tolong Pak, kami sakit,” teriak para ABK kepada pak Ali. Namun pak Ali hanya menunjukkan ke arah pantai.

“Cepatkan laju kapal kalian jika ingin selamat,” jawab Pak Ali. Secepat kilat kapal melaju ke tepi pantai hingga mendarat pada beting yang tinggal beberapa langkah dari pantai.

Baca Juga  Senyum di Akhir

Perahu sampan pak Ali pun serta Merta menabrak buritan kapal bajak laut. Ia melompat ke kapal membuat para bajak laut terkejut dengan kepiawaian pak Ali laksana pendekar yang tiba tiba sudah berada di atas kapal.

Para bajak laut langsung bersujud sambil menahan rasa sakit meminta ampun dan memohon agar pak Ali segera mengobati sakit yang mereka alami. Keringat para perompak mengucur laksana butiran jagung.

Perompak cuma bisa dengan latah memohon ampun kepada Pak Ali.

“Bertobat lah kalian,” ujar pak Ali singkat kepada para bajak laut. “Ya pak kami tobat pak,”sahut kapten kapal yang bertubuh gempal dipenuhi tato.

“Sekarang cepat minum air ini,” kata pak Ali sambil menyodorkan kan seember air yang baru diambil dari laut samping kapal. “Sebelum minum baca bismillah dan salawat kepada nabi Muhammad Saw,” sambung Pak Ali.

Baca Juga  Sumpah Ampak

Dengan bergantian mereka segera meminum air yang di timba pak Ali dari laut. Setelah menegak beberapa tegukan, sakit perut yang dialami para bajak laut berkurang dan akhirnya hilang.

“Ingat apa yang kalian ucap kan tadi?” tanya Pak Ali “Iya Pak, kami tobat dan tak mau lagi ganggu orang orang pesisir pantai,” jawab salah satu bajak laut yang masih duduk di depan Pak Ali.

“Kalian harus bertobat menjadi perompak mulai detik ini,” pinta Pak Ali tegas kepada para bajak laut tersebut. Setelah kejadian tersebut para bajak laut kini menjadi anak angkat Pak Ali.

Mereka bertobat tidak akan kembali menjadi bajak laut yang selalu mereka lakukan saat kapal-kapal yang melintas di perairan Tanjung Timor.

Baca Juga  Kejamnya Dunia