Sumpah Pemuda: Menggali Kembali Nilai Persatuan di Tengah Polarisasi
Sumpah Pemuda: Menggali Kembali Nilai Persatuan di Tengah Polarisasi
Oleh: Yanto, S.Pd.I, M.Pd.Gr. — Guru PAI SMPN 3 dan SMAS NU Toboali
Setiap tahun, pada 28 Oktober, bangsa Indonesia merayakan Sumpah Pemuda, sebuah tonggak sejarah yang menandai lahirnya semangat persatuan di antara para pemuda dari berbagai penjuru nusantara.
Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar ikrar, melainkan juga manifestasi dari kesadaran kolektif akan pentingnya persatuan dalam mencapai kemerdekaan dan membangun bangsa yang berdaulat.
Namun, di era digital yang serba cepat dan penuh disrupsi ini, kita dihadapkan pada tantangan polarisasi yang semakin mengkhawatirkan. Bagaimana kita dapat menggali kembali nilai-nilai persatuan dalam Sumpah Pemuda untuk meredam polarisasi yang mengancam keutuhan bangsa?
Realitas Polarisasi di Era Digital
